Kamis, 24 September 2015

Aku Bangga Berbahasa Jawa Ngapak

Dalam setiap perkenalan atau ketika saya menyebut daerah asalku, orang akan selalu senyum ngeledek. Terlebih lagi ketika saya berbicara dengan bahasa daerah kelahiranku mereka kadang mentertawakanku, tidak masalah buatku, malah semakin ditertawakan semakin bangga terhadap bahasaku. Yah... saya memang sering menggunakan bahasa jawa ngapak apalagi kalau berjumpa dengan sesama jawa ngapak, semakin ditertawakan semakin ku kerasin intonasinya.

Karena sering ditertawakan dan dipandang rendah saya berfikir kenapa logat bahasaku di rendahkan dan selalu ditertawakan apa yang membuat mereka tertawa, toh setiap mereka bicara bahasanya standar banget, bagus banget juga engga, sombong sekali mereka... Saya coba mencari tau tapi jawabanya tidak masuk akal.

Ketika tak sengaja saya mampir ke sebuah toko buku di Purwokerto, saya menemukan buku tentang bahasa jawa ngapak. Dalam buku tersebut di jelaskan bahwa bahasa jawa ngapak itu bermula ketika kedatangan orang-orang Kalimantan tepatnya Kutai pada masa pra Hindu sekitar abad ke 3 sebelum Masehi yang mendarat di daerah Cirebon. Kemudian mereka menetap di sekitar Gunung Slamet dan Sungai Serayu, dan mendirikan sebuah kerajaan yang disebut Galuh Purba, mungkin kerajaan tersebut merupakan kerajaan pertama di Pulau Jawa, mengingat Kutai adalah kerajaan pertama di Indonesia, yang menurut buku tersebut nantinya dari kerajaan Galuh Purba-lah akan lahir penguasa-penguasa di kerajaan Jawa selanjutnya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh E.M Uhlenbeck, tahun 1964, bahasa yang digunakan oleh keturunan Galuh Purba masuk ke dalam rumpun basa jawa bagian kulon yang meliputi: Sub Dialek Banten Lor, Sub Dialek Cirebon/Indramayu, Sub Dialek Tegalan, Sub Dialek Banyumas, Sub Dialek Bumiayu. Dialek inilah yang sering disebut bahasa jawa ngapak. yang sering ditertawakan orang... karena lucunya.

Bahasa Jawa menjadi berbagai tingkatan yaitu ngoko, kromo dan kromo inggil. tingakatan tersebut di pengaruhi oleh situasi politik pada masa kerajaan Mataram. Dalam sejarahnya bahasa Jawa ngapak merupakan turunan dari bahasa Jawa tengahan/kawi. Jawa ngapak juga adalah budaya tanggung atau marginal artinya dalam mengadopsi budaya Jawa dan sunda sama-sama dangkal. Makanya orang yang berlogat bahasa Jawa ngapak tidak lagi memperdulikan status sosial di masyarakat seperti ningrat atau priyayi. pengguna bahasa Jawa ngapak lebih suka bersikap kesetaraan atau netral. Etika ini dibangun atas dasar etika kemanusiaan yang dapat memunculkan kekuatan solidaritas yang membedakan antara Jawa ngapak dan Jawa lainnya.

Karakter bahasa Jawa ngapak inilah yang membentuk orang menjadi diri sendiri tanpa harus terpengaruh dengan budaya lain. Karena itulah Orang yang mengunakan bahasa Jawa ngapak jarang sekali mengolok olok ataupun merendahkan bahasa Orang lain. Malah mungkin justru sebaliknya karena sikap feodalisme sebagai orang Jawa menganggap dialek bahasa Jawa ngapak sering dianggap bahasa yang lucu dan rendahan. Ada pandangan yang menganggap sebagian besar orang yang menggunakan bahasa Jawa ngapak merasa rendah diri ketika menggunakan bahasa Ngapak. Hal ini didasari dari, bagaimana bahasa yang digunakan saat berinteraksi dengan orang Jawa Wetan. Kalau tidak menyesuaikan diri dengan membandhekan ke-ngapakanya dipastikan menggunakan bahasa Indonesia. Menurut saya, ini bukanlah suatu hal yang negatif tetapi sebagai bentuk adaptasi.

Jangan malu berbahasa Jawa Ngapak, karena itu jati diri kita, malah seharusnya kita lestarikan dan kembangkan terus bila perlu dirikan pusat pengembangan bahasa Jawa Ngapak. Biar saja mereka menrendahkan dan mentertawakan kita...

Rabu, 26 Agustus 2015

Berburu Lanting Khas Kebumen

Lanting makanan khas daerah Kebumen
Kebumen, adalah daerah kabupaten di Jawa Tengah bagian selatan, selain terkenal dengan penghasil sarang burung walet, yang diabadikan dalam lambang / logo Kabupaten. Kabupaten Kebumen juga terkenal dengan makanan khasnya yaitu lanting.

Lanting merupakan makanan jajanan yang terbuat dari singkong. Menurut cerita masyarakat Kebumen lanting awalnya berasal dari daerah desa Lemahduwur, Kuwarasan, Kebumen, tetapi kabar tersebut belum bisa dikuatkan karena belum ada penelitian yang sesungguhnya. Awalnya lanting hanya terbuat dari singkong yang digoreng dengan bentuk angka delapan dan berwarna merah - putih, mungkin sebagai ciri khas Indonesia. Awalnya makanan ini sebagai makanan harian atau pelengkap keluarga namun seiring berkembangnya jaman Lanting menjadi makanan favorit masyarakat Kebumen.
.
Banyak pilihan rasa
Sekarang bukan lagi dibuat oleh penduduk desa Lemahduwur saja tetapi hampir pelosok Kabupaten Kebumen terdapat industri rumahan makanan Lanting. Malahan sekarang berbagai rasa bisa di temukan dari mulai yang manis, gurih hingga pedas dan berbagai macam rasa seperti rasa bawang, rasa balado, rasa keju dan masih banyak lagi.

Setiap saya pulang kampung selalu membeli lanting untuk ole-ole baik untuk tetangga maupun unrtuk teman kerja. Andai saya tidak membawa makanan ini, akan banyak yang komplain terutama teman kantor. Rasa pedas cabe merah adalah pilihan favorit saya untuk ole-ole karena itu yang banyak di tunggu. tidak sampi tiga hari untuk ukuran kontong plastik besar "5 kg" sudah habis. Dengan harga yang terjangkau dan rasa yang nikmat serta mudah di dapat sangat membantu dalam memanjakan teman-teman saya di tempat kerja.
.
Pas untuk Ole-ole
Tempat langganan saya untuk berburu ole-ole lanting biasanya di rumah Bu Ning desa Jemajar, Jatiluhur, Karanganyar, Kebumen. Bu Ning biasa saya mermanggilnya orangnya ramah dan yang terpenting setiap saya beli selalu di kasih discount, mungkin karena sudah langganan dan belinya juga agak banyak.

Bagi sobat semua yang kebetulan lewat atau mampir di daerah Kabupaten Kebumen jangan lupa untuk sekedar mencoba makanan Lanting, sangat cocok untuk ole-ole... di jamin rasanya mantab beda dengan lanting di daerah lain... ga percaya ???  Boleh dicoba !!!!...


AsaL Mula Nama Desa Bulupayung

Rabu, 01 Juli 2015

Tradisi Sungkeman Hari Raya Indul Fitri

Apa kabar sobat semua ? Alhamdulillah sebentar lagi kita akan merayakan hari raya lebaran, hari yang teristimewa buat kita semua umat Islam. Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa menahan nafsu, lapar dan dahaga. Di hari raya Idul Fitrilah kita tumpahkan dan lampiaskan rasa kegembiraan dan kemenangan. Sudah jadi hal yang lajim bagi kita umat muslim, Idul Fitri adalah moment penting dan indah. Apalagi saat waktu acara sungkeman.

Sungkeman adalah istilah yang sudah sangat populer terutama bagi orang Jawa dan umumnya bagi masyarakat Indonesia. Tradisi ini sudah ada sejak jaman nenek moyang dulu, Orang Jawa menggunakan istilah ini untuk menggabarkan aktivitas ritual keagamaan, terutama umat Muslim. Tradisi sungkeman ini pada umumya biasanya dilakukan di kalangan kerabat dekat, yang punya tujuan saling meminta maaf antar kerabat. Sungkeman bukan semata-mata berjabat tangan ada autaran atau tata caranya.

Acara sungkeman ini dilakukan setelah menjalankan sholat sunah Idul Fitri secara berjamaah di tempat terbuka atau didalam Masjid. Kemudian secara tradisi yang merasa lebih muda akan berkunjung kekerabat terdekat untuk mengucapkan ucapan selamat hari raya Idul Fitri dan mengucapkan permohonan maaf kepada yang lebih tua dari dirinya, baik dari segi umur ataupun secara kedudukanya dalam sisilah keluarga atau didalam masyarakat. Tentunya terlebih dulu ke orangtua kandung dulu. Dalam proses berkunjung itu orang yang lebih muda menyatakan permohonan maafnya baik yang disengaja maupun yang tidak secara bersimpuh dan berjabat tangan kepada yang lebih tua. Untuk kemudian orang yang dianggap lebih tua dengan kebesaran hatinya mengabulkan permohonan maaf tersebut.

Sungkeman sendiri dilakukan secara berurut dari yang dituakan. Misalnya dalam keluarga besar ada Kakek, Nenek, Budhe, Om, Anak Budhe, Anak Om, maka urutanya adalah : Budhe sungkem ke kakek lalu ke nenenk. Om sungkem ke kakek lalu ke nenek, lalu ke budhe. Anak budhe sungkem ke kakek lalu ke nenek, lalu budhe kemudian ke om. Dan terus bergilir hingga semua anggota keluarga besar sudah melakukan sungkeman.

Sungkeman dilakukan dengan menundukan kepala ke lutut kerabat yang dituakan, dan biasanya akan terucap kalimat dalam bahasa jawa seperti ini ;

Ngaturaken sembah pangabekti kawulo sepinten kelepatan kulo ingkang mboten angsal idining sarak, dalem nyuwun pangapunten. Mugi lineburo ing dinten riyadi puniko.

atau

Ngaturaken sembah pangabekti kawulo, sepinten kelepatan kulo, lampah kulo setindak, paben kulo sakecap ingkang mboten angsal idining sarak, kulo nyuwun pangapunten mugi lineburo ing dinten riyaya puniko.

atau yang lebih sederhana

Ngaturaken sugeng riyadi, nyuwun pangapunten sedoyo kelepatan kulo, nyuwun pangestunipun.

Yang maksudnya adalah yang muda meminta maaf dihari lebaran ini agar semua kesalahan baik yang sengaja maupun yang tidak sengaja karena sebagai anak muda kadang tingkah lakunya kurang sesuai dengan aturan norma-norma yang ada.

Biasanya kalimat tersebut akan dijawab dengan permohonan maaf kembali dan disambung dengan doa harapan dari kerabat yang dituakan dan diamini oleh yang sungkem. Dan semua itu dilakukan dengan menggunakan bahasa jawa sesuai tingkat usianya.

Dengan tradisi sungkeman ini pula, kita dapat mengetahui bahwa masyarakat Jawa masih memiliki kebutuhan untuk hidup bermasyarakat. Selain itu tradisi ini juga menunjukan bahwa mereka memiliki kemampuan meredam egoitas yang bersifat individualis dan cenderung primitif. Mereka memiliki pandangan dan keyakinan bahwa dengan ketulusan meminta maaf dan memaafkan orang lain maka jiwa akan kembali suci seperti bayi yang baru lahir dengan tidak membawa dosa. Sekiranya tradisi mulia ini akan terus langgeng dan lestari agar tercipta masyarakat yang rukun dan damai

Tetapi dalam kenyataanya saat ini tradisi sungkeman secara perlahan sudah mulai ditinggalkan, kurang jelas apa penyebabnya . Apakah tradisi ini terlalu ribet atau memang penguasaan bahasa jawa yang kurang. Dibutuhkan kepedulian dari semua pihak terutama para orang tua agar selalu mengajarkan atau menguri-uri agar tradisi sungkeman ini tidak hanya sebagai cerita atau tulisan-tulisan diartikel koran atau blog di internet. karena dampak tradisi sungkeman sangat luar biasa besar manfaat yang ditimbulkanya. Demikian celotehan saya, tak lupa saya mengucapkan Taqobbalallahu Minna wa Minkum, mohon maaf lahir bathin.

Minggu, 07 Juni 2015

Menyambut Romadhon di Kampungku


Tidak lama lagi bulan Romadhon atau bulan puasa akan segera datang kalau menurut kalender, akan jatuh pada sekitar tanggal 18 juni. Bulan yang sangat istimewa bagi umat muslim di seluruh dunia. Disitulah pintu amalan di buka lebar-lebar dan Allah SWT memberikan obral pahala yang luar biasa bagi umatnya yang taat akan segala perintahnya. 

Awal Romadhon dikampung saya biasanya di awali dengan tradisi nyekar sebutan untuk ziarah ke makam leluhur, maka tidak heran saat menjelang Romadhon tempat pemakaman umum penuh dengan orang-orang yang berziarah ke pemakaman  untuk mendoakan para leluhur dan sanak saudara yang telah almarhum.

Suara bedug di berbagai suro dan masjid yang bersautan sebagai tanda awal puasa, menjadi ciri khas. Masih ku ingat ketika masih SD banyak tradisi yang bertujuan membangkitkan semangat Romadhon seperti membuat oncor, oncor adalah alat penerang yang terbuat dari bambu yang di isi minyak tanah dengan dikasih kain bekas sebagai sumbunya makhlum saat itu listrik belum ada di kampung saya. Oncor itulah untuk menerangi saat pergi sholat teraweh, tempat terawehpun tidak di suro atau masjid tetapi di tempat pak kaum, (kaum adalah sebutan perangkat desa yang membidangi keagamaan). Entah kenapa sholat teraweh tidak di mushola padahal waktu itu mushola tersedia, saya sendiri juga bingung.

Yang sangat memalukan bila teringat masa kecil dulu saat waktu sholat teraweh tiba, bukanya sholat malah bermain petak umpet di halaman sekitar pak kaum, dan akan kembali ketika jaburan telah keluar biasanya saat sholat teraweh sudah selesai. Jaburan adalah makanan penutup sholat teraweh semacam snack. Walau cuma makanan kecil seperti singkong, ketela, jagung yang di rebus atau nasi tumpeng sudah sangat luar biasa disaat itu.

Selain itu juga ada permainan unggulant saat bulan Romadhon sambil menunggu waktu buka puasa dikampungku ada permainan mercon bambu yaitu bambu yang sudah tua dan berkulit tebal agar tahan dari tekanan dan suaranya nyaring. Bambu dipotong diujung dikasih lubang sebagai sumbunya, untuk menghasilkan suara bambu diisi karbit dicampur air secukupnya, tutup semua lubang dengan kain, tunggu sesaat kemudian sulut dengan api ujung lobang kecil tersebut maka akan terjadi letupan yang sangat keras, cukup menghibur sambil menunggu jam buka puasa.

Ada mercon karbit yang lebih keras suaranya dari mercon bambu yaitu dengan membuat lubang ditanah dengan kedalaman ujung sekitar satu jengkal tangan dewasa kemudian tutup dengan papan yang ujung papanya dilubangi dan disambung dengan carang (bambu kecil) sebagai sumbunya kemudian timbun dengan tanah. Untuk menyulutnya masukan karbit yang sudah dicampur air letakan pada tempat wadah kecil yang di kaitkan pada sebuah bambu yang dirakit tutup semua lubang dengan kain bekas tunggu beberapa saat. Kemudian sulut dengan api sumbunya, maka akan menghasilkan suara yang menggelegar lebih keras dibanding dengan mercon bambu.

Masih banyak cerita di bulan Romadhon dikampung saya yang saat ini agak sedikit sulit ditemukan karena tergeser dengan permainan yang lebih moderen. Tanpa tidak harus mengurangi rasa khusu beribadah di bulan puasa, itulah tradisi dan permainan yang membanggakan buat saya dan anak kecil pada waktu itu sebagai hiburan untuk menghilangkan rasa dahaga dan lapar.

Kini di tahun ini sepekan lagi bulan itu akan datang sebagai umat Islam yang taat seharusnyalah kita menyambut dan menjalankan ibadah tersebut. Bulan yang datang setahun sekali, bulan dimana pintu syurga terbuka lebar, bulan dimana ada peristiwa obral pahala yang luar biasa di sepuluh hari terahir yang desebut Lailatur Qodar.

Selamat menjalankan ibadah puasa di bulan suci Romadhon semoga dibulan tersebut sebagai tempat intropeksi dan belajar menahan segala nafsu keserakahan...

Kamis, 14 Mei 2015

BPJS di Desaku


Apa itu BPJS Kesehatan ? saat ini Orang masih sedikit bingung, termasuk saya. Informasi awal mengenai Program Kesehatan oleh pemerintah yang resmi beroperasi per 1 Januari 2014. JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional adalah program pemerintah pusat mengenai pemberian hak-hak pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia, sedangkan BPJS (Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial) adalah penyelenggara program tersebut. Ada dua (2) macam penyelenggaran JKN, yakni BPJS Kesehatan yang diperuntukkan untuk masyarakat umum dan BPJS Ketenagakerjaan untuk perusahaan yang mengikutsertakan karyawannya dalam program JKN. BPJS Ketenagakerjaan dulu bernama Jamsostek.
Untuk dapat tercatat sebagai anggota, kita harus mendaftar melalui kantor BPJS Kesehatan dengan membawa kartu identitas (KTP) serta pasfoto. Setelah mengisi formulir pendaftaran dan membayar iuran lewat bank (BRI, BNI dan Mandiri), calon anggota akan mendapat kartu BPJS Kesehatan yang bisa langsung digunakan untuk mendapat pelayanan kesehatan.

Iuran yang dibayarkan ke bank disesuaikan dengan  jenis kepesertaan, yang diantaranya adalah:

  • Anggota yang terdaftar sebagai penerima bantuan iuran (PBI), (adalah anggota pekerja penerima upah dan bukan penerima upah, dan ada pula bukan pekerja), jumlahnya sudah ditetapkan oleh pemerintah sebanyak 86,4juta orang dengan iuran Rp19.225 per orang dalam satu bulan.
  • Peserta penerima upah seperti pekerja perusahaan swasta,  membayar jumlah iuran sebesar 4,5 % dari upah satu bulan dan ditanggung oleh pemberi kerja 4 persen dan 5% ditanggung pekerja. Sedangkan PNS dan pensiunan PNS membayar iuran sebesar 5  %, sebanyak 3 % ditanggung pemerintah dan 2 % ditanggung pekerja.
  • Untuk peserta bukan penerima upah seperti pekerja sektor informal besaran iuran yang harus dibayarkan, sesuai dengan jenis kelas perawatan yang diambil. Untuk ruang perawatan kelas III Rp 25.500, kelas II Rp 42.500 dan kelas I Rp59.500.
Dengan adanya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh BPJS bertujuan untuk memberikan perlindungan kesehatan agar setiap peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan . Pengertian definisi jaminan kesehatan, dengan prinsip asuransi social berdasarkan:
  • Kegotongroyongan antara masyarakat kaya dan miskin, yang sehat dan sakit, yang tua dan muda, dan yang beresiko tinggi dan rendah.
  • Anggota yang bersifat wajib dan tidak selektif.
  • Iuran yang dibayarkan per bulan berdasarkan persentase upah / penghasilan.
  • Jaminan Kesehatan Nasional Bersifat nirlaba.
Sedangkan yang dimaksud dengan prinsip ekuitas adalah kesamaan anggota dalam memperoleh pelayanan sesuai dengan kebutuhan medis yang terikat dengan besaran iuran yang dibayarkan. Dan ini adalah bagian dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang masuk dalam program kesehatan Pemerintah Indonesia pada tahun 2014 oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) nantinya.

Jenis Pelayanan Kesehatan
Ada 3 jenis / tingkat pelayanan kesehatan yang ditetapkan untuk kepesertaan BPJS pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja (umum) sesuai dengan iuran yang harus dibayarkan, yakni :

  1. Pelayanan di ruang perawatan kelas III dengan iuran sebesar Rp.25.500,- (dua puluh lima ribu lima ratus rupiah) per orang per bulan.
  2. Pelayanan di ruang perawatan kelas II dengan iuran sebesarRp.42.500 (empat puluh dua ribu lima ratus rupiah) 
per orang per bulan.
  3. Pelayanan di ruang perawatan kelas I dengan iuran sebesar Rp.59.500,- (lima puluh sembilan ribu lima ratus rupiah) 
per orang per bulan.
Iuran dibayarkan setiap bulan satu kali, bersatu untuk satu anggota keluarga. Jadi, jika anggota keluarga anda yang didaftarkan 4 orang, dengan memilih perawatan kelas III, maka tiap bulannya iuran yang dibayarkan adalah 4 orang dikali Rp. 25.500, yakni Rp. 102.000,-/perbulan. 

Sebelum mendaftarkan diri di Kantor BPJS, siapkan terlebih dahulu dokumen yang dibutuhkan yakni :
- Fotocopy Kartu Keluarga (KK)
- Fotocopy KTP anggota keluarga yang akan didaftarkan
- Pasfoto warna 3x4 masing-masing 1 lembar
Catatan :
* Untuk anak dibawah umur yang belum memiliki KTP, bisa dengan Akta Lahir
* Anggota keluarga yang akan didaftarkan harus sudah tercantum di KK
* Jangan lupa bawa dokumen asli (bukan fotocopy) pada saat mendaftar 
Anda juga bisa mendaftarkan kepesertaan BPJS secara online melalui layanan di website resmi BPJS Kesehatan :www.bpjs-kesehatan.go.id  

Dengan demikian BPJS adalah :
  • BPJS Kesehatan adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang dibentuk pemerintah untuk memberikan Jaminan Kesehatan untuk Masyarakat,
  • Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan program kesehatan untuk mewujudkan masyarakat dengan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan medis.
Bagi sedulur sedoyo monggo untuk memanfaatkan program pemerintah ini apabila kurang jelas dengan program ini coba mintalah informasi ke kepala desa atau puskesmas di kelurahan Mangunharjo...

Sabtu, 11 April 2015

Sungai Irigasi Desa Mangunharjo

Di jembatan sungai ketek desa Pecangkringan Mangunharjo
Siang itu matahari sangat cerah dan udara sangat panas hingga terasa menyengat kulit, yah begitulah ketika musim kemarau. Karena rasa bangga dan cinta terhadap kampung halamanku semua itu tidak menjadi alasan untuk sekedar berkeliling desa hingga ke desa tetangga. Motor yang kunaiki sengaja tidak terlalu kencang agar setiap sudut jalan yang ku lewati tidak lepas dari pandanganku.

Saya mengitari seluruh desa yang masuk wilayah kelurahan Mangunharjo dari mulai desa Duduhan terus ke desa Caruban, Kemujan hingga ke desa Pecangkringan. Di desa Pecangkringan saya berhenti di jembatan yang kebetulan airnya sangat sedikit karena memang sedang musim kemarau, saya lama berhenti sambil melihat sekeliling sungai dan tak lupa mengabadikanya dengan ponselku. 
Jembatan sungai Ketek desa Pecangkringan Mangunharjo
Wilayah kelurahan Mangunharjo memang diapit oleh dua sungai yaitu sebelah barat sungai ketek dan sebelah timurnya adalah sungai balo. Dengan adanya kedua sungai tersebut diharapkan dapat mengairi area persawahan di kelurahan Mangunharjo, tetapi kenyataanya pada saat musim kemarau sungai tersebut tidak bermanfaat sama sekali. Sumber air yang datang dari waduk sempor dan wadaslintang tidak mengalir sampai ke desa saya. Mungkin akibat salah urus kali yah...????
Jembatan Karangkambang pecangkringan
Maka tidak mengherankan ketika musim kemarau tiba kelurahan Mangunharjo sangat tandus tidak ada kegiatan bercocok tanam. Terus bagaimana bisa, Indonesia swasembada beras? seperti cita-cita pemerintah. Tidak bisa dipungkiri sumber air adalah sangat penting untuk irigasi. Mengingat Indonesia adalah Negara agraris dengan tanaman dan makanan utama penduduknya adalah beras, maka peran irigasi sebagai penghasil utama beras menduduki posisi penting. Irigasi memerlukan investasi yang besar untuk pembangunan sarana dan prasarana, pengoperasian dan pemeliharaan. Oleh karena itu perlu dilakukan pengelolaan yang baik, benar, dan tepat sehingga pemakaian air untuk irigasi dapat seoptimal mungkin.
Sungai Ketek desa Pecangkringan Mangunharjo
Tak terasa dua jam sudah saya berdiri di pinggir sungai ketek, ku lanjutkan perjalanan keliling desa. Tujuan berikutnya adalah menuju desa Karangkambang lagi-lagi saya berhenti di sebuah jembatan, yang dulu pada saat saya kecil banyak sekali ikan-ikan disini. Jembatan ini merupakan faforit para remaja untuk sekedar duduk-duduk diwaktu sore sambil sesekali menggoda para gadis-gadis yang baru pulang dari sekolah. Karena perut sudah terasa laper ku putuskan untuk kembali ke rumah dengan tetap mengendarai sepeda motor dengan kecepatan rendah, dan tetap mataku clingak clinguk ke kanan dan kekiri menikmati pemandangan persawahan dan pohon jati yang tertanam rapi dipinggir jalan antara desa Pecangkringan dan Bulupayung.

Itulah gambaran sedikit desaku desa yang selalu kurindukan setiap saat, tapi apapun kondisimu aku tetap akan merindukanmu dimanapun saya berada. Majulah desaku.

Minggu, 15 Maret 2015

Membangun Desa

Kegiatan kerja bakti di desa Bulupayung
Orang-orang sering mengatakan masyarakat Desa punya banyak permasalahan terutama kemiskinan. Hampir semua data dan laporan menuliskan, angka keluarga miskin mencapai 75 % dari jumlah keluarga yang ada.  Padahal kalau dilihat dari realita di lapangan,  sebenarnya angka yang dilaporkan itu terlalu jauh dari kenyataan. Mungkin karena pengaruh penentuan kriteria tingkat kesejahteraan oleh berbagai dinas/instansi dalam memberikan paket bantuan sehingga menyebabkan banyak orang yang menyatakan dirinya miskin.

Sebenarnya masyarakat desa itu memiliki banyak potensi seperti tersedianya lahan pertanian, ternak dan hasil bumi atau hasil laut yang melimpah.. Apabila dimanfaatkan dengan baik, tentu potensi desa ini akan dapat memperbaiki ekonomi mereka.

Memang ada beberapa kelemahan yang tidak dapat kita pungkiri. Misalnya pola konsumtif yang cukup tinggi, serta lebih mengedepankan hal-hal yang praktis saja tetapi itu tidak bisa jadi acuan. Ini bisa terjadi karena sudah terlalu terbiasa dengan berbagai bantuan dari proyek pemerintah maupun dari pihak lain. 

Untuk membangun wilayah mereka agar tidak selalu ketegantungan dengan pihak lain sangat diperlukan proses membangun daya kritis mereka. Selain mengetahui apa yang jadi kelemahan, mereka juga perlu disadarkan bahwa mereka memiliki kekuatan. Kekuatan dalam diri  mereka maupun yang berada disekitar mereka. Mereka memiliki lahan pekarangan. Ini dapat mereka manfaatkan dengan tanaman sayuran baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk dijual. Begitu juga dengan ternak. Mereka bisa gunakan untuk pengolahan lahan, maupun sebagai bahan pembuatan pupuk organik..

Cara yang dilakukan adalah melibatkan mereka dalam proses monitoring dan evaluasi karena ini menjadi bagian penting untuk memperbaiki pelaksanaan kegiatan. Pendekatan yang dilakukan lagi adalah pendekatan pada keberhasilan yang sudah ada, bukan pada pendekatan masalah sehingga dapat diketahui  kekuatan yang dimiliki oleh masyarakat yang bisa mendukung kearah pemanfaatan potensi yang ada. Kekuatan yang dibangun dari masyarakat akan terus dijaga dan ini akan mendorong lahirnya satu komitmen untuk berubah mencapai kemajuan, mengatasi  ketidakberdayaan, mengejar keterbelakangan dan melawan ketidakadilan.

Desa Bulupayung terus membangun
Dengan demikian jelas tergambar bahwa masyarakat desa sebenarnya memiliki kekuatan. Mereka dapat membangun daya kritisnya sehingga dapat mewujudkan kehidupan yang lebih baik, segala kebutuhan bisa dipenuhi, dan semua masyarakat akan sejahtera.

Jika kondisi tersebut dapat diwujudkan, maka hampir semua rumah tangga tidak ada lagi yang kekurangan pangan. Mereka dapat memperolehnya dari produksi pemanfaatan lahan pertanian maupun membeli dari perolehan usaha sampingannya, sehingga kebutuhan gizi anak dapat dipenuhi. Mereka pun dapat menggunakan layanan kesehatan untuk mengobati anak-anak mereka jika sakit. Mimpi “mewujudkan kehidupan anak Indonesia yang lebih baik” benar-benar menjadi satu kebanggaan tersendiri.

Selanjutnya kita tidak akan berhenti pada pemenuhan kebutuhan, tetapi kita akan berbicara pada jangka waktu yang panjang. Jika suatu masyarakat sudah sejahtera maka sifatnya akan menggenerasi sehingga tidak ada lagi istilah miskin karena keturunan karena hal itu sudah dikubur dalam-dalam. Inovasi dan pikiran-pikiran kritis  akan jadi bagian dari kehidupan mereka.

Untuk mengarahkan masyarakat desa pada “perubahan” jelas diperlukan komitmen berbagai pihak yang merasa prihatin dengan masyarakat desa., agar beberapa proses pemberdayaan betul-betul dilakukan. Jangan malah sebaliknya membuat mereka tidak berdaya dan masyarakat ditipu. Transparansi dan menanamkan nilai-nilai kejujuran serta keadilan menjadi hal penting untuk ditempatkan pada posisi yang paling tinggi. Ini pun akan menjadi teropong yang akan mengarahkan jalannya kegiatan menjadi lebih baik