Kamis, 09 September 2010

Rindu Mudik....

Pepatah mengatakan"Sejauh-jauh burung terbang, akhirnya akan kembali ke sarangnya". Hal ini terasakan sekali pada saat menjelang hari raya Idulfitri (Lebaran), dimana banyak sekali orang kejangkitan penyakit "Rindu Mudik". Rindu Mudik ini bukan hanya dirasakan oleh umat Muslim saja melainkan oleh hampir semua orang Indonesia yang berada dirantau. Rasa rindu yang dirasakan oleh mereka yang tinggal jauh dari kampung halamanya / tanah kelahiranya.

Pada saat kita rindu mudik, kita teringat akan kampung halaman dan orang-orang yang kita kasihi, hal ini membuat kita jadi sedih dan sakit. Kita teringat akan kampung halaman, orang tua, masa-masa yang indah diwaktu kecil. Pada saat kita masih kecil, mungkin kita harus hidup dengan segala keterbatasan, tetapi kalau saya jujur itu, bagi saya masa tersebut adalah masa yang paling indah di dalam kehidupan saya.

Mungkin anda masih ingat ketika masa sekolah di sekolah SD, SMP, mancing ikan, bermain diwaktu hujan turun. Memang kalau dibandingkan dengan permainan anak-anak jaman sekarang, ini tidak ada apa-apanya, tetapi bagi saya ini masa tersebut mempunyai nilai yang sangat indah dan tak terlupakan.

Kata Mudik diserap dari kata "Udik" yang berarti desa atau jauh dari kota alias di udik. Mudik berarti kembali ke udik, ke asal usul kita oleh sebab itu entah anda tinggal dirumah mewah yang bernilai ratusan milyar Rp ataupun bermukim jauh dari kampung halaman, ini tidak akan bisa menggantikan suasana seperti rumah di kampung halaman sendiri, walaupun itu di udik sekalipun juga. Jadi tepatlah pada saat kita sedang rindu mudik, kampung halaman itu bagi kita sama seperti juga "surga". Pada saat tersebut saya merasa iri terhadap mereka yang bisa pulang mudik ke kampung halamannya.

Kenapa orang Jawa lebih sering rindu mudik ? Mungkin karena dalam bahasa Jawa kata "dalem" berarti "saya" dan kata "dalem" itu juga identis dengan "tempat tinggal".

Mungkin anda bisa merasakan kehidupan yang jauh lebih nyaman dan lebih berlimpah ruah di tanah orang, tetapi materi tidak akan bisa menggantikan maupun mengisi kekosongan maupun kesepian diri dan batin kita. Semakin lama anda berada ditanah orang semakin terasakan kekosongan jiwa kita, sama seperti juga HP yang kehabisan batterie.

Pada saat kita mudik, kita bisa nge-charge kembali batin dan kekosongan jiwa kita. Kita bisa mendapatkan kembali siraman-siraman rasa kasih dari orang-orang disekitar kita untuk mengembalikan kembali kegersangan, kekosongan maupun kesepian hidup kita dirantau. Sama seperti juga pada saat mengisi batterie; ini tidak harus berbulan-bulan walaupun hanya seminggu atau beberapa hari sekalipun juga, hal ini sudah dapat mengembalikan kembali keseimbangan jiwa kita.

Entah anda ini seorang pejabat tinggi, direktor maupun pengusaha, ketika dirantau anda tetap saja Mr Nobody atau sekedar nomor saja, tetapi dikampung halaman sendiri kita dapat menghayati kembali makna kedudukan sebagai adik, paman, keponakan, saudara ataupun anak.

Disitu kita dapat merasakan kembali kasih sayang tanpa pamrih, kasih sayang yang tulen bukan hanya sekedar basa-basi. Dengan tinggal beberapa saat saja di desa, kita dapat menyadari kembali makna sosial dari seorang tetangga, sahabat ataupun saudara, jadi bukan hanya sekedar sebagai orang lain yang tinggal di seberang rumah atau di samping meja kerjanya seperti yang dihayati di kota. Di kampung halaman kita bisa mendapatkan kembali harkat dan nilai kemanusiaan kita lagi.

Para perantau yang mengadu nasib di kota-kota pada hari Lebaran dapat bertemu dengan sanak saudara, keluarga, serta kerabat di tempat kelahirannya. Rasa haru mewarnai ajang tali silaturahmi, karena mereka selama satu tahun atau lebih berpisah kini dapat berkumpul, bercengkerama, bersendau gurau, serta melepas rindu antar saudara dan kerabat. Dari silaturahmi ini, timbullah rasa kebersamaan, kekeluargaan persatuan dan kesatuan, sehingga dapat merasakan kembali hidup dalam kerukunan, atau rukun dalam kehidupan. Pada saat mudik; kita bisa menjaga silaturahim dengan kerabat di kampung halaman atau lebih jauh lagi kita bakal tetap ingat kepada asal-muasal kita.

Bagi mereka yang tidak begitu bahagia sehingga tidak bisa mudik, anda masih tetap bisa bersilaturahmi melalui surat, chatting, telepon sebab kata arti sebenarnya dari silahturahmi adalah mendekatkan hubungan kekeluargaan dari segi aspek psikologis atau rohani saja, tanpa kehadiran jasmani atau fisik. Beda silaturahim" sebab kata tersebut mengandung makna lebih dalam. Kata rahim berarti menyertakan jasmani dan rohani.

Ok... selamat berlebaran di kampung halaman bagi yang mudik...tak lupa saya mengucapkan selamat idul fitri Taqobalallahu mina waminkum..mohon maaf lahir dan batin..

Minggu, 11 Juli 2010

Lanting Makanan Asli Kebumen


Lanting adalah makanan renyah asli dari Kabupaten Kebumen, terbuat dari singkong, rasanya gurih dan renyah. Bentuk lingkaran, ada juga yang seperti angka delapan. Kalo penasaran, cobain lanting asli dari Kebumen, bisa dibeli di toko-toko di sepanjang kota Kebumen.

Lanting hanyalah salah satu produk yang dihasilkan oleh suatu budaya. Budaya yang berlaku di Kebumen, dimana singkong sebagai bahan bakunya, banyak dihasilkan oleh Kebumen. Kesenangan makan cemilan, mendorong orang Kebumen untuk berupaya dan mengerahkan kreatifitasnya untuk membuat sesuatu yang beda dalam pengolahan singkong.

Bentuk lanting yang menyerupai angka delapan seakan memberi kesan kuat, bahwa Kebumen adalah daerah dimana masyarakatnya sebagai penganut kuat agama Islam. Angka delapan sebagai lambang kesempurnaan dalam mindstream pemikiran seakan tidak bisa lepas dari lanting. Perintah dzikir secara terus menerus sepanjang waktu seakan mengilhami sang inspirator lanting. Dengan memakan lanting seakan Anda diajak tetap berdzikir, mengingat Yang Maha Sempurna.

Keyakinan kuat dan semangat kereligiusan orang Kebumen, seakan membuat orang Kebumen tidak rela waktunya terbuang sia-sia saat makan. Itulah kesan yang dibawa dari sebuah desain cerdas dari bentuk angka delapan. Bentuk itu seakan berkata “beginilah orang kebumen”. Kebumen pantas mempunyai nilai 8.

Lidah tidak bertulang dan tidak pernah puas ingin merasakan rasa yang menggoda. Terdorong keinginan untuk ngemil dan perut yang mengharap untuk diisi seakan menjadi obat bius tersendiri untuk menikmati lanting. Kesan gurih dan garing di lidah makin menggoda untuk mencoba.

Lanting, panganan berupa camilan khas Kebumen dengan penuh kesederhanaan yang tetap elegan dan tidak desani. Desain apik lanting yang garing dan tidak belepotan menghilangkan kesan jorok dan kumuhnya makanan orang daerah. Lanting seakan memprotes keras bahwa makanan orang daerah itu kotor, jorok, tidak higienis, dan ketinggalan jaman. Lanting menepis anggapan masyarakat yang selama ini menganggap bahwa makanan daerah berbahaya bagi kesehatan. Bahan baku dan komposisi bahan yang alami, Lanting mengajak hidup sehat dan back to nature. Dengan segala keadaan lanting maka lanting pantas dinikmati siapa saja, kapan saja dan dimana saja.

Harga yang terjangkau untuk semua kalangan membuat lanting pantas untuk diperkenalkan dan menjadi camilan favorit masyarakat. Bahan baku yang dihasilkan oleh daerah sendiri, mampu menekan biaya produksi semaksimal mungkin. Pengolahan singkong menjadi lanting menepis bahwa singkong adalah makanan orang miskin.

Dengan adanya lanting, menggugah bahwa singkong juga komuditas pertanian yang layak untuk dibudidayakan. Dengan adanya lanting maka harga singkong akan terdongkrak naik, sehingga kesejahteraan petani meningkat. Petani dengan lahan keringpun tetap mampu bersaing dan mampu hidup layak dengan menanam singkon

Dan makanan ini banyak dijual di sepanjang jalan di pasar di seantero kabupaten Kebumen...Yang suka pulang kampung ke Bulupayung jangan lupa singgah ke Desa Meles untuk membelinya karena disinilah Lanting banyak di produksi. Dan silahkan bagi anda yang suka jalan-jalan mampir ke kota kebumen dan sekitarnya untuk membeli lanting sebegai ole-olenya....

Rabu, 28 April 2010

Masa Kecilku

.
Masa kecil memang menyenangkan sebuah kebebasan yang selalu bisa kita nikmati di setiap harinya, ingin makan tinggal ambil tidak peduli harus memikirkan setelah ini mau apa, mau tidur tinggal tidur tidak peduli besok punya rencana apa, besok mau kerja apa.

Bagi sebagian besar manusia, masa kecil adalah masa yang paling menyenangkan. Masa kecil adalah masa di mana manusia lebih banyak tertawa dan gembira dibanding masa dewasa. Masa kecil merupakan awal kehidupan kita yang seolah-olah tanpa masalah tanpa beban yang membuat kita sangat bahagia di masa kecil.

Bicara masa kecil tidak terlepas dari kehadiran orang lain, yaitu saudara sekandung karena disitulah awal cerita terjadi sehingga menjadi kenangan terindah sepanjang masa hidupku. Sudah menjadi hal yang lumrah kehadiran saudara banyak mengisahkan cerita kenangan. Dulu sering beramtem gara-gara hal yang sepele.

Aku lahir di sebuah desa kecil di sebelah selatan kota Kebumen. Masa kecilku tidak jauh berbeda dengan anak-anak kampung yang lain. setiap hari di lalui dengan bermain selepas sekolah di selingi membantu oran tua, sampai aku selesai sekolah dasar. Pada waktu jam sekolahpun tidak luput dari bermain, biasanya di lakukan pada saat jam istirahat. Banyak cara dan bentuk permainan pada saat itu mulai dari main karet gelang sampai main keluar jauh dari lingkungan sekolah, tentunya dengan kaki telanjang tanpa sepatu.

Selepas sekolah dasar parmainan masih belum berubah, kalaupun ada itu sangat sedikit mungkin saat masuk sekolah menengah pertama aku sudah mulai di suruh membantu Orang tua ke sawah atau keladang. Dan itu sudah wajar di kerjakan oleh anak-anak kampung seusiaku pada saat itu. Itu di lakukan hingga aku di sekolah tingkat atas.

Semua itu aku kerjakan dengan soaudara kandungku. Kalau teringat itu betapa asiknya masa kecilku bersama saudara-saudaraku. Ketika musim tanam pergi kesawah bersama, begitu juga ketika musim panen. Rasa iri dan rasa males tentu ada dan ini yang membubuhi indahnya masa kecilku.

Masa kebersamaan berakhir ketika aku tamat sekolah mengah atas, sudah menjadi kebiasaan umum juga di kampungku selepas sekolah akan meninggalkan kampung pergi merantau baik untuk melanjutkan sekolah atau tujuan mencari pekerjaan. Kalau aku termasuk orang yang mencari kerjaan. Ada beban tersendiri seandainya selesai sekolah tidak merantau. Di perantauan juga banyak kisah-kisah yang tidak enak banyak cobaan dan hampir-hampir putus asa. Tapi Alhamdulillah rintangan itu terlewati walau dengan susah payah.

Sampai saat sekarang ini aja merasa belum mendapatkan sesuatu yang bisa di banggakan untuk ukuran duniawi. Sudah menjadi kodrat manusia memang tidak selalu merasa puas. Tetapi apa yang saya inginkan sedikit banyak sudah tercapai.

Dari kisah-kisah masa laluku tentu saja tidak akan berarti tanpa kehadiran saudar-saudara kandungku yang secara tidak langsung memberikan semangat. Ingat ketika aku akan meninggalkan rumah. Karena aku tidak punya pakaian yang layak pakai, Adiku meminjamkan / memberikan sebagian bajunya, dan masih banyak kenangan terindah lainya.

Sekarang saya merasa rindu dengan masa kecilku dulu masa yang tidak akan pernah saya lupakan dan kini saya hidup dengan kondisi yang berbeda aku hidup didunia yang sangat kontras dunia yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya, semua sudah berubah tapi ya itulah yang harus saya jalani saya harus bangkit dari segala keterpurukan dan jangan sampai di nina bobokan oleh masa kecilku. Bukan berarti melupakan masa kecilku, tetapi itu sebagai cambuk untuk lebih semangat lagi.

Selasa, 27 April 2010

Bapak dan Ibuku Orangtua Kandungku

Orang tua adalah seseorang yang selalu menyayangi kita dalam keadaan susah maupun senang. orang tua terutama IBU adalah orang yang melahirkan kita dan beliau yang membesarkan kita hingga kita bisa seperti sekarang ini. walaupun kita sering berkelahi dengan orang tua kita, kita yakin bahwa orang tua kita pasti sangat sayang dengan kita hanya kita tidak bisa mengerti perasaanya.
maka dari itu jangan sekali-kali kita berkelahi dengan orang tua terlalu lama/kelewatan bisa-bisa kita menjadi durhaka kepadanya.

Terdapat banyak ayat yang mendudukkan ridha orang tua setelah ridha Allah dan keutamaan berbakti kepada orang tua adalah sesudah keutamaan beriman kepada Allah. Allah berfirman yang artinya,

“Dan Kami perintahkan kepada manusia kepada dua orang ibu-bapanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu.” (QS. Lukman: 14). Lihat pula QS. al-Isra 23-24, an-Nisa 36, al-An’am 151, al-Ankabut 08

Maka janganlah sekali kali kita membentak mereka apalagi sampai berkelai sampai orang tua kita teriak minta tolong nek wong Bulupayung ngomong kue ORA ILOK. Memang kalo kita ingat waktu kecil dulu alangkah mirisnya kita, setiap kita di suruh atau di tegur amat sangat melecehkan mereka.

Sabtu, 24 April 2010

Sabar Dalam Musibah

Foto Adiku yang beberapa bulan lalu terkena musibah di Kerawang, tulisan ini kupersembahkan buat Dia...

Musibah & Ujian adalah satu hikmah di mana kita tidak tahu kecuali Allah Subanallah Ta'alaa. Kita sebagai insan bernama manusia harus bersyukur dengan apapun juga ujian yang kita lalui ataupun kita rasakan. Belakangan ini bangsa Indonesia banyak mengalami berbagai macam cobaan diantaranya bencana Alam baik mulai dari Tanah lonsor, banjir, letusan gunung ataupun musibah akibat keteledoran manusia itu sendiri seperti Tragedi semburan Gas di Porong Sidoarjo Jawa timur.

Anugerah dan bencana adalah kehendakNya, Kita mesti tabah menjalani, Hanya cambuk kecil agar kita sadar, Adalah Dia di atas segalanya..Anak menjerit-jerit, asap panas membakar, Lahar dan badai menyapu bersih, Ini bukan hukuman, hanya satu isyarat, Bahwa kita mesti banyak berbenah. Memang, bila kita kaji lebih jauh, Dalam kekalutan, masih banyak tangan, Yang tega berbuat nista… oh..,Tuhan pasti telah memperhitungkan, Amal dan dosa yang telah kita perbuat, Kemanakah lagi kita kan sembunyi, Hanya kepadaNya kita kembali, Tak ada yang bakal bisa menjawab, Mari, hanya tunduk sujud padaNya. Kita mesti berjuang memerangi diri, Bercermin dan banyaklah bercermin, Tuhan ada di sini di dalam jiwa ini, Berusahalah agar Dia tersenyum… oh..,Berubahlah agar Dia tersenyum...
Itu gambaran sedikit syair lagu Untuk Kita Renungkan oleh Ebiet G Ade. walau itu hanya sebuah syair lagu tetapi kita bisa ambil maknanya.

Semua itu menjadikan intropeksi diri apa dan bagaimana kita menghadapinya. sesungguhnya, yang menjadikan hidup itu berwarna adalah “COBAAN”. dimana cobaan itu bisa melemahkan kita atau justru menguatkan kita. Sabar adalah salah satu cara dalam menghadapi cobaan yang menimpa. kemudian cukupkah hanya dengan sabar? kemudian tidakah mengusahakan sebuah solusi? Sabar dan solusi merupakan satu kesatauan yang berjalan beriringan. Justru dengan sabar, dengan sendirinya kita akan memikirkan solusi yang tepat untuk masalah yang kita hadapi. Lalu mengusahakannya selesai tanpa kehilangan sabar tadi. “innamal ‘usri usro” sesungguhnya di setiap kesulitan itu ada kemudahan.

karena kebaikan yang tiada kejelekan adalah bersyukur ketika sehat wal afiat serta bersabar ketika diuji degan musibah. Betapa banyak manusia yang dianugerahi berbagai keni’matan namun tiada mensyukurinya. Dan betapa banyak manusia yang ditimpa suatu musibah akan tetapi tidak bersabar atasnya. Rosul sendiri pernah berkata "Tidaklah seorang hamba menahan sesuatu yang lebih besar daripada menahan al-hilm di kala marah dan menahan kesabaran ketika ditimpa musibah.”

Tentang “MUSIBAH” ada banyak pilihan:
MUSIBAH=UJIAN
MUSIBAH=AZAB
MUSIBAH=AMPUNAN (kasih Allah)

Musibah itu relatif, tergantung dari sudut pandang yang tertimpa. ketiga-tiganya benar. tergantung kita memndangnya sebagai ujian, azab, atau pertanda bahwa Allah sayang kepada kita dengan mengampuni dosa kita dengan membalasnya di dunia sehingga kita pada saat kita kembali di sisi-Nya dalam keadaan bersih. “Allah sesuai persangkaan hamba-Nya” dalam hal ini.

Semoga kita menjadi semakin bijak dalam menyikapi setiap masalah kita dan mensyukuri setiap Rizki yang di dapat terlebih lagi tiap kubik Oksigen yang terhirup.

Senin, 29 Maret 2010

Pembentukan Panitia Halal Bihalal Paguyuban Bulupayung & Duduhan Kebumen Tahun 2010



RISALAH RAPAT
PEMBENTUKAN PANITIA HALAL BIHALAL 1431H
PAGUYUBAN KELUARGA BESAR BULUPAYUNG & DUDUHAN
DI JAKARTA DAN SEKITARNYA

_____________________________________________________________________________

Hari / Tanggal : Selasa, 16 Maret 2010
Waktu : Jam 11.30 s/d 15.00 wib
Tempat : Kediaman Bapak H.Bambang Hariyanto
Jl.Guntur VI Blok B2/25 Bekasi Selatan
Pimpinan Rapat : Drs. H. Slamet Pudiono
Peserta Rapat : Daftar Hadir (terlampir)


1. Rapat dimulai jam 11.30 wib, dibuka oleh Bapak Drs.Triyono Mulyono dengan pembacaan Basmallah dan ucapan terima kasih kepada para peserta rapat atas kehadirannya serta ucapan terima kasih kepada Syaiful Baid Bapak H.Bambang Hariyanto & Keluarga yang telah menyediakan tempat berikut kelengkapannya.
Rapat dihadiri oleh 20 (dua puluh) orang peserta sesuai Daftar Hadir terlampir.

2. Susunan Acara Rapat adalah sebagai berikut :
a. Pembukaan
b. Sambutan Syaiful Baid, Bapak H.Bambang Hariyanto
c. Sambutan Ketua Umum Paguyuban, Bapak Drs.H.Slamet Pudiono
d. Sambutan Ketua Penasehat Paguyuban, Bapak H.Soeharso
e. Pemilihan Ketua Panitia Halal Bihalal 1431H
f. Ishoma (Istirahat, Sholat dan Makan Nasi)
g. Penyusunan Personalia Panitia Halal Bihalal 1431H
h. Diskusi, usulan, saran, dll
i. Pembacaan Do’a oleh Bapak H.Soeharso
j. Penutupan

3. Hasil Rapat selengkapnya adalah sebagai berikut :

a. Sambutan Syaiful Baid, Ketua Umum Paguyuban dan Dewan Penasehat Paguyuban pada dasarnya menggarisbawahi keberhasilan Panitia Halal Bihalal tahun-tahun sebelumnya dan memberikan motivasi kepada Panitia Halal Bihalal berikutnya agar lebih berhasil.
Usulan dan saran dapat dipakai sebagai referensi dalam Pelaksanaan Halal Bihalal 1431H.

b. Pemilihan Ketua Panitia Halal Bihalal 1431H, dipimpin oleh Bapak Drs.H.Slamet Pudiono :
1) Pemilihan dilaksanakan secara demokrasi dengan setiap peserta yang hadir (20 orang) mempunyai hak 1 suara.
2) Secara aklamasi disepakati bahwa Calon Ketua Panitia terdiri dari 2 orang, yaitu Bapak H.Purwanto wakil dari Bulupayung dan Bapak H.Sukirno Hasny wakil dari Duduhan.
3) Setelah dilakukan perhitungan suara, terpilih sebagai Ketua Panitia adalah Bapak H.Purwanto (11 suara) dan Bapak H.Sukirno Hasny (9 suara) ditetapkan sebagai Wakil Ketua.

c. Ketua Panitia terpilih dengan didampingi oleh Pengurus Paguyuban menyusun Personalia Panitia Halal Bihalal 1431H. Telah tersusun Kabinet Pelangi, dimana anak-anak kita diikutsertakan dalam Personalia Panitia sebagai embrio generasi penerus.

d. Setelah Personalia Panitia tersusun, maka oleh Pengurus Paguyuban dibuatkan Surat Keputusan tentang Pembentukan Panitia Halal Bihalal 1431H sebagai Dasar Hukum bagi Panitia Halal Bihalal 1431H untuk segera melaksanakan kegiatannya.

e. Rencana Halal Bihalal 1431H akan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 3 Oktober 2010 bertempat di Gedung Patriot Kantor Walikota Bekasi.
Rencana ini sifatnya tentative, karena masih harus menunggu kepastian ketersediaan Gedung pada tanggal tersebut, yang akan dikonfirmasikan dalam waktu dekat oleh Bapak H.Bambang Hariyanto.

f. Jumlah Undangan Halal Bihalal 1431H = 400 KK, jumlah konsumsi disediakan 200% = 800 porsi. Alternatif penyediaan konsumsi baik dalam bentuk prasmanan maupun nasi box belum ada kesepakatan dan akan ditetapkan pada rapat berikutnya.

g. Muncul wacana bahwa untuk kegiatan Halal Bihalal 1431H ini, perlu diikutsertakan anak2 kita

h. Rapat Panitia Halal Bihalal 1431H berikutnya akan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 18 April 2010 jam 10.00 wib (tepat) bertempat di rumah Ibu Hj.Sudarmo Jl.Lapangan Pors VI No.9 Serdang, Jakarta Pusat dengan agenda Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dari masing-masing seksi untuk dirangkum dalam Proposal.

4. Rapat diakhiri jam 15.00 wib, ditutup oleh Bapak Drs.Triyono Mulyono dengan pembacaan Hamdallah dan ucapan terima kasih kepada para peserta rapat atas kontribusinya sehingga rapat ini menghasilkan kesepakatan yang optimal. Selamat jalan dan selamat bertemu lagi pada rapat berikutnya bulan depan.
Cenderawasih dari Irian, terima kasih cukup sekian!


Bekasi, 16 Maret 2010
Notulis,

Drs. Triyono Mulyono




KEPUTUSAN PENGURUS PAGUYUBAN
KELUARGA BESAR BULUPAYUNG & DUDUHAN
DI JAKARTA DAN SEKITARNYA

NOMOR. SK.04/PKBBD/III/2010

TENTANG

PEMBENTUKAN PANITIA HALAL BIHALAL 1431H
PAGUYUBAN KELUARGA BESAR BULUPAYUNG & DUDUHAN
DI JAKARTA DAN SEKITARNYA



Menimbang :

a. bahwa salah satu program kerja Paguyuban Keluarga Besar Bulupayung & Duduhan di Jakarta dan sekitarnya adalah melaksanakan Halal Bihalal setiap 2 (dua) tahun.

b. bahwa Halal Bihalal 1431H Paguyuban Keluarga Besar Bulupayung & Duduhan di Jakarta dan sekitarnya akan dilaksanakan pada tahun 2010.

c. bahwa untuk kelancaran pelaksanaan Halal Bihalal 1431H Paguyuban Keluarga Besar Bulupayung & Duduhan di Jakarta dan sekitarnya, perlu dibentuk Panitia yang ditetapkan dengan Keputusan Pengurus Paguyuban Keluarga Besar Bulupayung & Duduhan di Jakarta dan sekitarnya.


Mengingat :

1. Anggaran Dasar Paguyuban Keluarga Besar Bulupayung & Duduhan di Jakarta dan sekitarnya yang telah ditetapkan di Jakarta pada hari Minggu tanggal 10 September 1995 yang merupakan penyempurnaan dari Paguyuban Sambung Rukun yang dibentuk di Jakarta pada tanggal 23 September 1954 dan telah diubah melalui Rapat Anggota pada hari Minggu tanggal 16 Juni 2002 di Gedung Juang 45 Jl. Menteng Raya No.31 Jakarta Pusat.

2. Hasil Rapat Pengurus Paguyuban Keluarga Besar Bulupayung & Duduhan di Jakarta dan sekitarnya yang dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 21 Pebruari 2010 bertempat di Pulau Untung Jawa, Kabupaten Pulau Seribu.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN PENGURUS PAGUYUBAN KELUARGA BESAR BULUPAYUNG & DUDUHAN DI JAKARTA DAN SEKITARNYA TENTANG PEMBENTUKAN PANITIA HALAL BIHALAL 1431H PEGUYUBAN KELUARGA BESAR BULUPAYUNG & DUDUHAN DI JAKARTA DAN SEKITARNYA.

Pertama :
Mengangkat Anggota Paguyuban yang namanya tercantum dalam Lampiran Keputusan ini sebagai Personalia Panitia Halal Bihalal 1431H Paguyuban Keluarga Besar Bulupayung & Duduhan di Jakarta dan sekitarnya.

Kedua :
Memberi tugas dan tanggung jawab kepada Personalia Panitia untuk :
1. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) serta mekanisme pelaksanaan Halal Bihalal 1431H.
2. Melaksanakan kegiatan Halal Bihalal 1431H Paguyuban Keluarga Besar Bulupayung & Duduhan di Jakarta dan sekitarnya.
3. Melaporkan hasil pelaksanaan Halal Bihalal 1431H kepada Anggota Paguyuban Keluarga Besar Bulupayung & Duduhan di Jakarta dan sekitarnya.

Ketiga :
Memberikan masa tugas kepada Panitia sampai dengan selesainya pelaksanaan Halal Bihalal 1431H Paguyuban Keluarga Besar Bulupayung & Duduhan di Jakarta.

Keempat :
Memberi wewenang kepada Ketua Panitia untuk mengatur jadwal pertemuan dan menambah Anggota Panitia apabila diperlukan untuk kelancaran pelaksanaan tugas.

Kelima :
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.


Ditetapkan di : Bekasi
Pada tanggal : 16 Maret 2010
PENGURUS PAGUYUBAN KELUARGA BESAR BULUPAYUNG & DUDUHAN DI JAKARTA DAN SEKITARNYA,

Drs. H. SLAMET PUDIONO
Ketua Umum
Tembusan Keputusan ini disampaikan kepada :
1. Dewan Penasehat Paguyuban
2. Para Anggota Panitia




SUSUNAN PANITIA HALAL BIHALAL 1431H
PAGUYUBAN KELUARGA BESAR BULUPAYUNG & DUDUHAN
DI JAKARTA DAN SEKITARNYA


1. Penasehat
a. Subowo Atmosardjono 75909776 - 0811868585
b. H. Soeharso 4214707
c. Drs. H. Sunaryo 8655134

2.Penanggung Jawab
Drs. H. Slamet Pudiono 4257852 - 0818882779

3.Ketua H. Purwanto 8893968 - 0817729532
. Wakil Ketua H. Sukirno Hasny 86600429 - 0816942727

4.Sekretaris Bambang Sumarsono 4211724 - 08888142303
. Wakil Sekretaris Regit Ageng Sulistyo, SIP 4211724 - 08561009711

5.Bendahara H. Parsono 65850239 - 08121072675

6.Seksi Dana
a. H. Djoko Sukamtono (Koordinator) 4229411 - 0811931787
b. H. Bambang Hariyanto 8843859 - 0816744539
c. Drs. Triyono Mulyono 4227679 - 0811898767
d. H. Ngalimin 4604508 - 08161401741
e. Sumbono 8094612 - 08129944596
f. Ny. Yayih Resmana 4225004
g. Mulyadi 8631647 - 081932836755

7.Seksi Acara
a. H. Suparlan (Koordinator) 8200910 - 081800173014
b. Ny. Indiana Suwito 92086318 - 08128754740
c. Drg. Ny. Hj. Susetyo Pertiwi 8843859 - 08129277816
d. Putri Elfandari 65850239 - 08121072675

8.Seksi Perlengkapan
a. Muryanto (Koordinator) 88988305 - 02127038791
b. Anggun Priamdhanu 4227679 - 0811898767
c. Dudi Puji Prasetyo 4257852 - 0818882779

9.Seksi Konsumsi
a. Ny. Hj. Soeharso (Koordinator) 4214707
b. Ny. Widiarsih Marwoto 8215244 - 085692676392
c. Ny. Hj. Dasinah Purwanto 8893968 - 08176723372
d. Ny. Hj. Tugi Djoko Sukamtono 4229411 - 081311165003
e. Ny. Wiwiek Triyono Mulyono 4227679 - 08129920175

10.Seksi Dekorasi
a. Sadono (Koordinator) 7270728 - 08158708025
b. Sutedjo 8651449 - 0818138114

11.Seksi Dokumentasi
a. Rizky Febriyanto (Koordinator) 8843859 - 0816744539
b. Eko Yudiantono 4229411 - 0811931787
c. Riski Haryo Seto 65850239 - 08121072675

12.Seksi Penerima Tamu
a. Ny. Parsono (Koordinator) 65850239 - 81389095546
b. Dra. Ny. Sulistyowati 4211724 - 081310127957
c. Ny. Muryanto 88988305 - 088210344723
d. Ny. Sukirno Hasny 86600429 - 0816942727
e. Ir. Ny. Urip Rahmani. M.Si 8655134 - 081385177333
f. Ny. Sutrasno 4211724 - 08159385392

13.Seksi Keamanan
a. Marwoto (Koordinator) 8215244 - 02130917480
b. H. Bambang Hariyanto 8843859 - 0816744539
c. Sutrasno 4211724 - 08159385392

14 Seksi Humas
a. Suwito Hadiwijaya (Koordinator) 92086318 - 08129367828
b. H. Mohammad Supriyadi, SE 85902528 - 08129274174


Bekasi, 16 Maret 2010
Pengurus Paguyuban Keluarga
Besar Bulupayung & Duduhan,

Drs. H. SLAMET PUDIONO
Ketua Umum


.

Kamis, 28 Januari 2010

Kehidupan Sosial Budaya Desa

Silih Asah Silih Asih Silih Asuh….
Kata-kata puitis diatas bukan sembarangan puisi, melainkan sebagai filsafat hidup yang dianut mayoritas penduduk Pedesaan. Filosofi ini mengajarkan manusia untuk saling mengasuh dengan landasan saling mengasihi dan saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Sejatinya, inilah suatu konsep kehidupan demokratis yang berakar pada kesadaran dan keluhuran akal budi, yang akar filsafatnya menusuk jauh ke dalam bumi dalam pengertian hafiah..

Selain akrab dengan alam lingkungan dan sesama manusia, manusia pedesaan juga dekat dengan Tuhan yang menciptakan mereka dan menciptakan alam semesta tempat mereka berkehidupan. Keakraban masyarakat desa dengan lingkungan tampak dari bagaimana masyarakatnya, khususnya di pedesaan, memelihara kelestarian lingkungan. Ini banyak muncul anggota masyarakat yang atas inisiatif sendiri memelihara lingkungan alam mereka.

Kelurahan Mangunharjo yang masuk wilayah kabupaten Kebumen Jawa Tengah, terdiri atas beberapa dukuh. Di antaranya dukuh Bulupayung dimana saya dilahirkan dan di besarkan, masyarakatnya sebagian besar terdiri dari kaum petani, pedagang dan peternak. Bukan berarti tidak ada yang berpenghasilan tetap, seperti Guru, Polisi/TNI, mantri rumah sakit, dan lain-lain. Hanya berjarak beberapa meter dari rumah kami, terbentang sawah dan ladang, yang pada saat-saat tertentu ditanami padi. Angkutan yang di gunakan pada umumnya adalah dokar (delman), becak (untuk jalan yang sudah halus) serta sepeda dan sepeda motor walaupun tidak banyak. Kendaraan roda empat masih sedikit.

Jalan desa yang menghubungkan desa satu dan lainnya masih berupa tanah dicampur kerikil, yang berdebu pada saat musim kemarau dan becek saat musim penghujan. Desaku masih sedikit beruntung karena sudah sebagian besar beraspal hasil sumbangan salah satu warga yang berhasil di perantauan dan yang paling penting tak pernah terkena banjir karena letaknya jauh dari sungai besar. Panen padi adalah saat yang ditunggu-tunggu.

Pada saat panen, petani akan menyetor sebagian padi untuk disimpan ke Lumbung Desa. Pada awalnya Lumbung Desa hanya berfungsi menyediakan (dan menagih) pinjaman dalam bentuk padi. Tujuan utama didirikan Lumbung Desa adalah untuk meratakan fluktuasi musiman pasokan beras di desa. Pada awal 1900 an, Lumbung Desa di daerah maju di Jawa mulai menyimpan dan menagih pinjaman dalam bentuk uang. Hal ini disebabkan pengelolaan beras pasca panen sulit untuk dijaga agar kualitas beras tidak menurun, disamping ada risiko tikus di Lumbung. Itu bukti bahwa kehidupan desa di masa lalu sudah mempunyai sistem ekonomi yang baik.

Masih banyak yang bisa kita ambil manfaat dari kehidupan desa, walaupun kadang ada desa yang masih terisolir dan enggan menerima budaya luar dengan berbagai alasan. Bukan berarti mereka menolak perubahan mungkin itu merupakan cara untuk menyeleksi budaya yang tidak sesuai dengan lingkungannya. Namun yang jelas fungsi kebudayaan pada dasarnya adalah sebagai alat komunikasi, pemersatu, dan jatidiri. Oleh karena itu, kebudayaan menjadi acuan atau pedoman bagi sikap dan tingkah laku dalam pergaulan antarsesama warga masyarakat sehingga akan berpengaruh terhadap pengetahuan, pembentukan sikap, kepercayaan, dan perilaku anggota masyarakat yang bersangkutan

Pada masa sekarang, ketika kontak budaya semakin meningkat dan intensif, banyak terjadi pergeseran dan perubahan dalam kehidupan masyarakat, terutama yang sangat tampak pada sikap dan perilaku di kalangan generasi muda. Perhatian khusus bagi generasi muda merupakan hal yang menarik karena mereka adalah penerus dan pendukung kebudayaan yang ada sekarang ini. Perubahan pandangan, pengetahuan, sikap, dan tingkah laku pada diri mereka akan berdampak besar terhadap corak dan nuansa kebudayaan di masa depan. Padahal di sisi lain, mereka itu sangat mudah dipengaruhi oleh unsur kebudayaan baru / asing di luar kebudayaan yang dikenalnya.

Oleh karena itu, dirasa perlu untuk melakukan suatu tindakan, utamanya dalam bentuk kampanye / pengenalan, supaya mereka mengenal kebudayaan yang hidup dan berkembang di lingkungannya. Pengenalan tersebut pada gilirannya akan bermuara pada upaya untuk mencintai kebudayaan sendiri, sehingga kebudayaan yang ditumbuhkembangkan tidak lepas dari akarnya. Sebagai upaya agar memiliki keinginan dan bisa memahami perbedaan budaya, mereka harus diperkenalkan pada aspek-aspek kebudayaan dari luar lingkup kebudayaannya sendiri

Upaya tersebut diharapkan dapat mengikis etnosentrisme yang sempit dan meningkatkan pemahaman bahwa budaya yang ditimbuh kembangkan masing-masing etnik merupakan jatidiri etnik yang bersangkutan.