Rabu, 28 April 2010

Masa Kecilku

.
Masa kecil memang menyenangkan sebuah kebebasan yang selalu bisa kita nikmati di setiap harinya, ingin makan tinggal ambil tidak peduli harus memikirkan setelah ini mau apa, mau tidur tinggal tidur tidak peduli besok punya rencana apa, besok mau kerja apa.

Bagi sebagian besar manusia, masa kecil adalah masa yang paling menyenangkan. Masa kecil adalah masa di mana manusia lebih banyak tertawa dan gembira dibanding masa dewasa. Masa kecil merupakan awal kehidupan kita yang seolah-olah tanpa masalah tanpa beban yang membuat kita sangat bahagia di masa kecil.

Bicara masa kecil tidak terlepas dari kehadiran orang lain, yaitu saudara sekandung karena disitulah awal cerita terjadi sehingga menjadi kenangan terindah sepanjang masa hidupku. Sudah menjadi hal yang lumrah kehadiran saudara banyak mengisahkan cerita kenangan. Dulu sering beramtem gara-gara hal yang sepele.

Aku lahir di sebuah desa kecil di sebelah selatan kota Kebumen. Masa kecilku tidak jauh berbeda dengan anak-anak kampung yang lain. setiap hari di lalui dengan bermain selepas sekolah di selingi membantu oran tua, sampai aku selesai sekolah dasar. Pada waktu jam sekolahpun tidak luput dari bermain, biasanya di lakukan pada saat jam istirahat. Banyak cara dan bentuk permainan pada saat itu mulai dari main karet gelang sampai main keluar jauh dari lingkungan sekolah, tentunya dengan kaki telanjang tanpa sepatu.

Selepas sekolah dasar parmainan masih belum berubah, kalaupun ada itu sangat sedikit mungkin saat masuk sekolah menengah pertama aku sudah mulai di suruh membantu Orang tua ke sawah atau keladang. Dan itu sudah wajar di kerjakan oleh anak-anak kampung seusiaku pada saat itu. Itu di lakukan hingga aku di sekolah tingkat atas.

Semua itu aku kerjakan dengan soaudara kandungku. Kalau teringat itu betapa asiknya masa kecilku bersama saudara-saudaraku. Ketika musim tanam pergi kesawah bersama, begitu juga ketika musim panen. Rasa iri dan rasa males tentu ada dan ini yang membubuhi indahnya masa kecilku.

Masa kebersamaan berakhir ketika aku tamat sekolah mengah atas, sudah menjadi kebiasaan umum juga di kampungku selepas sekolah akan meninggalkan kampung pergi merantau baik untuk melanjutkan sekolah atau tujuan mencari pekerjaan. Kalau aku termasuk orang yang mencari kerjaan. Ada beban tersendiri seandainya selesai sekolah tidak merantau. Di perantauan juga banyak kisah-kisah yang tidak enak banyak cobaan dan hampir-hampir putus asa. Tapi Alhamdulillah rintangan itu terlewati walau dengan susah payah.

Sampai saat sekarang ini aja merasa belum mendapatkan sesuatu yang bisa di banggakan untuk ukuran duniawi. Sudah menjadi kodrat manusia memang tidak selalu merasa puas. Tetapi apa yang saya inginkan sedikit banyak sudah tercapai.

Dari kisah-kisah masa laluku tentu saja tidak akan berarti tanpa kehadiran saudar-saudara kandungku yang secara tidak langsung memberikan semangat. Ingat ketika aku akan meninggalkan rumah. Karena aku tidak punya pakaian yang layak pakai, Adiku meminjamkan / memberikan sebagian bajunya, dan masih banyak kenangan terindah lainya.

Sekarang saya merasa rindu dengan masa kecilku dulu masa yang tidak akan pernah saya lupakan dan kini saya hidup dengan kondisi yang berbeda aku hidup didunia yang sangat kontras dunia yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya, semua sudah berubah tapi ya itulah yang harus saya jalani saya harus bangkit dari segala keterpurukan dan jangan sampai di nina bobokan oleh masa kecilku. Bukan berarti melupakan masa kecilku, tetapi itu sebagai cambuk untuk lebih semangat lagi.

Selasa, 27 April 2010

Bapak dan Ibuku Orangtua Kandungku

Orang tua adalah seseorang yang selalu menyayangi kita dalam keadaan susah maupun senang. orang tua terutama IBU adalah orang yang melahirkan kita dan beliau yang membesarkan kita hingga kita bisa seperti sekarang ini. walaupun kita sering berkelahi dengan orang tua kita, kita yakin bahwa orang tua kita pasti sangat sayang dengan kita hanya kita tidak bisa mengerti perasaanya.
maka dari itu jangan sekali-kali kita berkelahi dengan orang tua terlalu lama/kelewatan bisa-bisa kita menjadi durhaka kepadanya.

Terdapat banyak ayat yang mendudukkan ridha orang tua setelah ridha Allah dan keutamaan berbakti kepada orang tua adalah sesudah keutamaan beriman kepada Allah. Allah berfirman yang artinya,

“Dan Kami perintahkan kepada manusia kepada dua orang ibu-bapanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu.” (QS. Lukman: 14). Lihat pula QS. al-Isra 23-24, an-Nisa 36, al-An’am 151, al-Ankabut 08

Maka janganlah sekali kali kita membentak mereka apalagi sampai berkelai sampai orang tua kita teriak minta tolong nek wong Bulupayung ngomong kue ORA ILOK. Memang kalo kita ingat waktu kecil dulu alangkah mirisnya kita, setiap kita di suruh atau di tegur amat sangat melecehkan mereka.

Sabtu, 24 April 2010

Sabar Dalam Musibah

Foto Adiku yang beberapa bulan lalu terkena musibah di Kerawang, tulisan ini kupersembahkan buat Dia...

Musibah & Ujian adalah satu hikmah di mana kita tidak tahu kecuali Allah Subanallah Ta'alaa. Kita sebagai insan bernama manusia harus bersyukur dengan apapun juga ujian yang kita lalui ataupun kita rasakan. Belakangan ini bangsa Indonesia banyak mengalami berbagai macam cobaan diantaranya bencana Alam baik mulai dari Tanah lonsor, banjir, letusan gunung ataupun musibah akibat keteledoran manusia itu sendiri seperti Tragedi semburan Gas di Porong Sidoarjo Jawa timur.

Anugerah dan bencana adalah kehendakNya, Kita mesti tabah menjalani, Hanya cambuk kecil agar kita sadar, Adalah Dia di atas segalanya..Anak menjerit-jerit, asap panas membakar, Lahar dan badai menyapu bersih, Ini bukan hukuman, hanya satu isyarat, Bahwa kita mesti banyak berbenah. Memang, bila kita kaji lebih jauh, Dalam kekalutan, masih banyak tangan, Yang tega berbuat nista… oh..,Tuhan pasti telah memperhitungkan, Amal dan dosa yang telah kita perbuat, Kemanakah lagi kita kan sembunyi, Hanya kepadaNya kita kembali, Tak ada yang bakal bisa menjawab, Mari, hanya tunduk sujud padaNya. Kita mesti berjuang memerangi diri, Bercermin dan banyaklah bercermin, Tuhan ada di sini di dalam jiwa ini, Berusahalah agar Dia tersenyum… oh..,Berubahlah agar Dia tersenyum...
Itu gambaran sedikit syair lagu Untuk Kita Renungkan oleh Ebiet G Ade. walau itu hanya sebuah syair lagu tetapi kita bisa ambil maknanya.

Semua itu menjadikan intropeksi diri apa dan bagaimana kita menghadapinya. sesungguhnya, yang menjadikan hidup itu berwarna adalah “COBAAN”. dimana cobaan itu bisa melemahkan kita atau justru menguatkan kita. Sabar adalah salah satu cara dalam menghadapi cobaan yang menimpa. kemudian cukupkah hanya dengan sabar? kemudian tidakah mengusahakan sebuah solusi? Sabar dan solusi merupakan satu kesatauan yang berjalan beriringan. Justru dengan sabar, dengan sendirinya kita akan memikirkan solusi yang tepat untuk masalah yang kita hadapi. Lalu mengusahakannya selesai tanpa kehilangan sabar tadi. “innamal ‘usri usro” sesungguhnya di setiap kesulitan itu ada kemudahan.

karena kebaikan yang tiada kejelekan adalah bersyukur ketika sehat wal afiat serta bersabar ketika diuji degan musibah. Betapa banyak manusia yang dianugerahi berbagai keni’matan namun tiada mensyukurinya. Dan betapa banyak manusia yang ditimpa suatu musibah akan tetapi tidak bersabar atasnya. Rosul sendiri pernah berkata "Tidaklah seorang hamba menahan sesuatu yang lebih besar daripada menahan al-hilm di kala marah dan menahan kesabaran ketika ditimpa musibah.”

Tentang “MUSIBAH” ada banyak pilihan:
MUSIBAH=UJIAN
MUSIBAH=AZAB
MUSIBAH=AMPUNAN (kasih Allah)

Musibah itu relatif, tergantung dari sudut pandang yang tertimpa. ketiga-tiganya benar. tergantung kita memndangnya sebagai ujian, azab, atau pertanda bahwa Allah sayang kepada kita dengan mengampuni dosa kita dengan membalasnya di dunia sehingga kita pada saat kita kembali di sisi-Nya dalam keadaan bersih. “Allah sesuai persangkaan hamba-Nya” dalam hal ini.

Semoga kita menjadi semakin bijak dalam menyikapi setiap masalah kita dan mensyukuri setiap Rizki yang di dapat terlebih lagi tiap kubik Oksigen yang terhirup.

Senin, 29 Maret 2010

Pembentukan Panitia Halal Bihalal Paguyuban Bulupayung & Duduhan Kebumen Tahun 2010



RISALAH RAPAT
PEMBENTUKAN PANITIA HALAL BIHALAL 1431H
PAGUYUBAN KELUARGA BESAR BULUPAYUNG & DUDUHAN
DI JAKARTA DAN SEKITARNYA

_____________________________________________________________________________

Hari / Tanggal : Selasa, 16 Maret 2010
Waktu : Jam 11.30 s/d 15.00 wib
Tempat : Kediaman Bapak H.Bambang Hariyanto
Jl.Guntur VI Blok B2/25 Bekasi Selatan
Pimpinan Rapat : Drs. H. Slamet Pudiono
Peserta Rapat : Daftar Hadir (terlampir)


1. Rapat dimulai jam 11.30 wib, dibuka oleh Bapak Drs.Triyono Mulyono dengan pembacaan Basmallah dan ucapan terima kasih kepada para peserta rapat atas kehadirannya serta ucapan terima kasih kepada Syaiful Baid Bapak H.Bambang Hariyanto & Keluarga yang telah menyediakan tempat berikut kelengkapannya.
Rapat dihadiri oleh 20 (dua puluh) orang peserta sesuai Daftar Hadir terlampir.

2. Susunan Acara Rapat adalah sebagai berikut :
a. Pembukaan
b. Sambutan Syaiful Baid, Bapak H.Bambang Hariyanto
c. Sambutan Ketua Umum Paguyuban, Bapak Drs.H.Slamet Pudiono
d. Sambutan Ketua Penasehat Paguyuban, Bapak H.Soeharso
e. Pemilihan Ketua Panitia Halal Bihalal 1431H
f. Ishoma (Istirahat, Sholat dan Makan Nasi)
g. Penyusunan Personalia Panitia Halal Bihalal 1431H
h. Diskusi, usulan, saran, dll
i. Pembacaan Do’a oleh Bapak H.Soeharso
j. Penutupan

3. Hasil Rapat selengkapnya adalah sebagai berikut :

a. Sambutan Syaiful Baid, Ketua Umum Paguyuban dan Dewan Penasehat Paguyuban pada dasarnya menggarisbawahi keberhasilan Panitia Halal Bihalal tahun-tahun sebelumnya dan memberikan motivasi kepada Panitia Halal Bihalal berikutnya agar lebih berhasil.
Usulan dan saran dapat dipakai sebagai referensi dalam Pelaksanaan Halal Bihalal 1431H.

b. Pemilihan Ketua Panitia Halal Bihalal 1431H, dipimpin oleh Bapak Drs.H.Slamet Pudiono :
1) Pemilihan dilaksanakan secara demokrasi dengan setiap peserta yang hadir (20 orang) mempunyai hak 1 suara.
2) Secara aklamasi disepakati bahwa Calon Ketua Panitia terdiri dari 2 orang, yaitu Bapak H.Purwanto wakil dari Bulupayung dan Bapak H.Sukirno Hasny wakil dari Duduhan.
3) Setelah dilakukan perhitungan suara, terpilih sebagai Ketua Panitia adalah Bapak H.Purwanto (11 suara) dan Bapak H.Sukirno Hasny (9 suara) ditetapkan sebagai Wakil Ketua.

c. Ketua Panitia terpilih dengan didampingi oleh Pengurus Paguyuban menyusun Personalia Panitia Halal Bihalal 1431H. Telah tersusun Kabinet Pelangi, dimana anak-anak kita diikutsertakan dalam Personalia Panitia sebagai embrio generasi penerus.

d. Setelah Personalia Panitia tersusun, maka oleh Pengurus Paguyuban dibuatkan Surat Keputusan tentang Pembentukan Panitia Halal Bihalal 1431H sebagai Dasar Hukum bagi Panitia Halal Bihalal 1431H untuk segera melaksanakan kegiatannya.

e. Rencana Halal Bihalal 1431H akan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 3 Oktober 2010 bertempat di Gedung Patriot Kantor Walikota Bekasi.
Rencana ini sifatnya tentative, karena masih harus menunggu kepastian ketersediaan Gedung pada tanggal tersebut, yang akan dikonfirmasikan dalam waktu dekat oleh Bapak H.Bambang Hariyanto.

f. Jumlah Undangan Halal Bihalal 1431H = 400 KK, jumlah konsumsi disediakan 200% = 800 porsi. Alternatif penyediaan konsumsi baik dalam bentuk prasmanan maupun nasi box belum ada kesepakatan dan akan ditetapkan pada rapat berikutnya.

g. Muncul wacana bahwa untuk kegiatan Halal Bihalal 1431H ini, perlu diikutsertakan anak2 kita

h. Rapat Panitia Halal Bihalal 1431H berikutnya akan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 18 April 2010 jam 10.00 wib (tepat) bertempat di rumah Ibu Hj.Sudarmo Jl.Lapangan Pors VI No.9 Serdang, Jakarta Pusat dengan agenda Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dari masing-masing seksi untuk dirangkum dalam Proposal.

4. Rapat diakhiri jam 15.00 wib, ditutup oleh Bapak Drs.Triyono Mulyono dengan pembacaan Hamdallah dan ucapan terima kasih kepada para peserta rapat atas kontribusinya sehingga rapat ini menghasilkan kesepakatan yang optimal. Selamat jalan dan selamat bertemu lagi pada rapat berikutnya bulan depan.
Cenderawasih dari Irian, terima kasih cukup sekian!


Bekasi, 16 Maret 2010
Notulis,

Drs. Triyono Mulyono




KEPUTUSAN PENGURUS PAGUYUBAN
KELUARGA BESAR BULUPAYUNG & DUDUHAN
DI JAKARTA DAN SEKITARNYA

NOMOR. SK.04/PKBBD/III/2010

TENTANG

PEMBENTUKAN PANITIA HALAL BIHALAL 1431H
PAGUYUBAN KELUARGA BESAR BULUPAYUNG & DUDUHAN
DI JAKARTA DAN SEKITARNYA



Menimbang :

a. bahwa salah satu program kerja Paguyuban Keluarga Besar Bulupayung & Duduhan di Jakarta dan sekitarnya adalah melaksanakan Halal Bihalal setiap 2 (dua) tahun.

b. bahwa Halal Bihalal 1431H Paguyuban Keluarga Besar Bulupayung & Duduhan di Jakarta dan sekitarnya akan dilaksanakan pada tahun 2010.

c. bahwa untuk kelancaran pelaksanaan Halal Bihalal 1431H Paguyuban Keluarga Besar Bulupayung & Duduhan di Jakarta dan sekitarnya, perlu dibentuk Panitia yang ditetapkan dengan Keputusan Pengurus Paguyuban Keluarga Besar Bulupayung & Duduhan di Jakarta dan sekitarnya.


Mengingat :

1. Anggaran Dasar Paguyuban Keluarga Besar Bulupayung & Duduhan di Jakarta dan sekitarnya yang telah ditetapkan di Jakarta pada hari Minggu tanggal 10 September 1995 yang merupakan penyempurnaan dari Paguyuban Sambung Rukun yang dibentuk di Jakarta pada tanggal 23 September 1954 dan telah diubah melalui Rapat Anggota pada hari Minggu tanggal 16 Juni 2002 di Gedung Juang 45 Jl. Menteng Raya No.31 Jakarta Pusat.

2. Hasil Rapat Pengurus Paguyuban Keluarga Besar Bulupayung & Duduhan di Jakarta dan sekitarnya yang dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 21 Pebruari 2010 bertempat di Pulau Untung Jawa, Kabupaten Pulau Seribu.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN PENGURUS PAGUYUBAN KELUARGA BESAR BULUPAYUNG & DUDUHAN DI JAKARTA DAN SEKITARNYA TENTANG PEMBENTUKAN PANITIA HALAL BIHALAL 1431H PEGUYUBAN KELUARGA BESAR BULUPAYUNG & DUDUHAN DI JAKARTA DAN SEKITARNYA.

Pertama :
Mengangkat Anggota Paguyuban yang namanya tercantum dalam Lampiran Keputusan ini sebagai Personalia Panitia Halal Bihalal 1431H Paguyuban Keluarga Besar Bulupayung & Duduhan di Jakarta dan sekitarnya.

Kedua :
Memberi tugas dan tanggung jawab kepada Personalia Panitia untuk :
1. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) serta mekanisme pelaksanaan Halal Bihalal 1431H.
2. Melaksanakan kegiatan Halal Bihalal 1431H Paguyuban Keluarga Besar Bulupayung & Duduhan di Jakarta dan sekitarnya.
3. Melaporkan hasil pelaksanaan Halal Bihalal 1431H kepada Anggota Paguyuban Keluarga Besar Bulupayung & Duduhan di Jakarta dan sekitarnya.

Ketiga :
Memberikan masa tugas kepada Panitia sampai dengan selesainya pelaksanaan Halal Bihalal 1431H Paguyuban Keluarga Besar Bulupayung & Duduhan di Jakarta.

Keempat :
Memberi wewenang kepada Ketua Panitia untuk mengatur jadwal pertemuan dan menambah Anggota Panitia apabila diperlukan untuk kelancaran pelaksanaan tugas.

Kelima :
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.


Ditetapkan di : Bekasi
Pada tanggal : 16 Maret 2010
PENGURUS PAGUYUBAN KELUARGA BESAR BULUPAYUNG & DUDUHAN DI JAKARTA DAN SEKITARNYA,

Drs. H. SLAMET PUDIONO
Ketua Umum
Tembusan Keputusan ini disampaikan kepada :
1. Dewan Penasehat Paguyuban
2. Para Anggota Panitia




SUSUNAN PANITIA HALAL BIHALAL 1431H
PAGUYUBAN KELUARGA BESAR BULUPAYUNG & DUDUHAN
DI JAKARTA DAN SEKITARNYA


1. Penasehat
a. Subowo Atmosardjono 75909776 - 0811868585
b. H. Soeharso 4214707
c. Drs. H. Sunaryo 8655134

2.Penanggung Jawab
Drs. H. Slamet Pudiono 4257852 - 0818882779

3.Ketua H. Purwanto 8893968 - 0817729532
. Wakil Ketua H. Sukirno Hasny 86600429 - 0816942727

4.Sekretaris Bambang Sumarsono 4211724 - 08888142303
. Wakil Sekretaris Regit Ageng Sulistyo, SIP 4211724 - 08561009711

5.Bendahara H. Parsono 65850239 - 08121072675

6.Seksi Dana
a. H. Djoko Sukamtono (Koordinator) 4229411 - 0811931787
b. H. Bambang Hariyanto 8843859 - 0816744539
c. Drs. Triyono Mulyono 4227679 - 0811898767
d. H. Ngalimin 4604508 - 08161401741
e. Sumbono 8094612 - 08129944596
f. Ny. Yayih Resmana 4225004
g. Mulyadi 8631647 - 081932836755

7.Seksi Acara
a. H. Suparlan (Koordinator) 8200910 - 081800173014
b. Ny. Indiana Suwito 92086318 - 08128754740
c. Drg. Ny. Hj. Susetyo Pertiwi 8843859 - 08129277816
d. Putri Elfandari 65850239 - 08121072675

8.Seksi Perlengkapan
a. Muryanto (Koordinator) 88988305 - 02127038791
b. Anggun Priamdhanu 4227679 - 0811898767
c. Dudi Puji Prasetyo 4257852 - 0818882779

9.Seksi Konsumsi
a. Ny. Hj. Soeharso (Koordinator) 4214707
b. Ny. Widiarsih Marwoto 8215244 - 085692676392
c. Ny. Hj. Dasinah Purwanto 8893968 - 08176723372
d. Ny. Hj. Tugi Djoko Sukamtono 4229411 - 081311165003
e. Ny. Wiwiek Triyono Mulyono 4227679 - 08129920175

10.Seksi Dekorasi
a. Sadono (Koordinator) 7270728 - 08158708025
b. Sutedjo 8651449 - 0818138114

11.Seksi Dokumentasi
a. Rizky Febriyanto (Koordinator) 8843859 - 0816744539
b. Eko Yudiantono 4229411 - 0811931787
c. Riski Haryo Seto 65850239 - 08121072675

12.Seksi Penerima Tamu
a. Ny. Parsono (Koordinator) 65850239 - 81389095546
b. Dra. Ny. Sulistyowati 4211724 - 081310127957
c. Ny. Muryanto 88988305 - 088210344723
d. Ny. Sukirno Hasny 86600429 - 0816942727
e. Ir. Ny. Urip Rahmani. M.Si 8655134 - 081385177333
f. Ny. Sutrasno 4211724 - 08159385392

13.Seksi Keamanan
a. Marwoto (Koordinator) 8215244 - 02130917480
b. H. Bambang Hariyanto 8843859 - 0816744539
c. Sutrasno 4211724 - 08159385392

14 Seksi Humas
a. Suwito Hadiwijaya (Koordinator) 92086318 - 08129367828
b. H. Mohammad Supriyadi, SE 85902528 - 08129274174


Bekasi, 16 Maret 2010
Pengurus Paguyuban Keluarga
Besar Bulupayung & Duduhan,

Drs. H. SLAMET PUDIONO
Ketua Umum


.

Kamis, 28 Januari 2010

Kehidupan Sosial Budaya Desa

Silih Asah Silih Asih Silih Asuh….
Kata-kata puitis diatas bukan sembarangan puisi, melainkan sebagai filsafat hidup yang dianut mayoritas penduduk Pedesaan. Filosofi ini mengajarkan manusia untuk saling mengasuh dengan landasan saling mengasihi dan saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Sejatinya, inilah suatu konsep kehidupan demokratis yang berakar pada kesadaran dan keluhuran akal budi, yang akar filsafatnya menusuk jauh ke dalam bumi dalam pengertian hafiah..

Selain akrab dengan alam lingkungan dan sesama manusia, manusia pedesaan juga dekat dengan Tuhan yang menciptakan mereka dan menciptakan alam semesta tempat mereka berkehidupan. Keakraban masyarakat desa dengan lingkungan tampak dari bagaimana masyarakatnya, khususnya di pedesaan, memelihara kelestarian lingkungan. Ini banyak muncul anggota masyarakat yang atas inisiatif sendiri memelihara lingkungan alam mereka.

Kelurahan Mangunharjo yang masuk wilayah kabupaten Kebumen Jawa Tengah, terdiri atas beberapa dukuh. Di antaranya dukuh Bulupayung dimana saya dilahirkan dan di besarkan, masyarakatnya sebagian besar terdiri dari kaum petani, pedagang dan peternak. Bukan berarti tidak ada yang berpenghasilan tetap, seperti Guru, Polisi/TNI, mantri rumah sakit, dan lain-lain. Hanya berjarak beberapa meter dari rumah kami, terbentang sawah dan ladang, yang pada saat-saat tertentu ditanami padi. Angkutan yang di gunakan pada umumnya adalah dokar (delman), becak (untuk jalan yang sudah halus) serta sepeda dan sepeda motor walaupun tidak banyak. Kendaraan roda empat masih sedikit.

Jalan desa yang menghubungkan desa satu dan lainnya masih berupa tanah dicampur kerikil, yang berdebu pada saat musim kemarau dan becek saat musim penghujan. Desaku masih sedikit beruntung karena sudah sebagian besar beraspal hasil sumbangan salah satu warga yang berhasil di perantauan dan yang paling penting tak pernah terkena banjir karena letaknya jauh dari sungai besar. Panen padi adalah saat yang ditunggu-tunggu.

Pada saat panen, petani akan menyetor sebagian padi untuk disimpan ke Lumbung Desa. Pada awalnya Lumbung Desa hanya berfungsi menyediakan (dan menagih) pinjaman dalam bentuk padi. Tujuan utama didirikan Lumbung Desa adalah untuk meratakan fluktuasi musiman pasokan beras di desa. Pada awal 1900 an, Lumbung Desa di daerah maju di Jawa mulai menyimpan dan menagih pinjaman dalam bentuk uang. Hal ini disebabkan pengelolaan beras pasca panen sulit untuk dijaga agar kualitas beras tidak menurun, disamping ada risiko tikus di Lumbung. Itu bukti bahwa kehidupan desa di masa lalu sudah mempunyai sistem ekonomi yang baik.

Masih banyak yang bisa kita ambil manfaat dari kehidupan desa, walaupun kadang ada desa yang masih terisolir dan enggan menerima budaya luar dengan berbagai alasan. Bukan berarti mereka menolak perubahan mungkin itu merupakan cara untuk menyeleksi budaya yang tidak sesuai dengan lingkungannya. Namun yang jelas fungsi kebudayaan pada dasarnya adalah sebagai alat komunikasi, pemersatu, dan jatidiri. Oleh karena itu, kebudayaan menjadi acuan atau pedoman bagi sikap dan tingkah laku dalam pergaulan antarsesama warga masyarakat sehingga akan berpengaruh terhadap pengetahuan, pembentukan sikap, kepercayaan, dan perilaku anggota masyarakat yang bersangkutan

Pada masa sekarang, ketika kontak budaya semakin meningkat dan intensif, banyak terjadi pergeseran dan perubahan dalam kehidupan masyarakat, terutama yang sangat tampak pada sikap dan perilaku di kalangan generasi muda. Perhatian khusus bagi generasi muda merupakan hal yang menarik karena mereka adalah penerus dan pendukung kebudayaan yang ada sekarang ini. Perubahan pandangan, pengetahuan, sikap, dan tingkah laku pada diri mereka akan berdampak besar terhadap corak dan nuansa kebudayaan di masa depan. Padahal di sisi lain, mereka itu sangat mudah dipengaruhi oleh unsur kebudayaan baru / asing di luar kebudayaan yang dikenalnya.

Oleh karena itu, dirasa perlu untuk melakukan suatu tindakan, utamanya dalam bentuk kampanye / pengenalan, supaya mereka mengenal kebudayaan yang hidup dan berkembang di lingkungannya. Pengenalan tersebut pada gilirannya akan bermuara pada upaya untuk mencintai kebudayaan sendiri, sehingga kebudayaan yang ditumbuhkembangkan tidak lepas dari akarnya. Sebagai upaya agar memiliki keinginan dan bisa memahami perbedaan budaya, mereka harus diperkenalkan pada aspek-aspek kebudayaan dari luar lingkup kebudayaannya sendiri

Upaya tersebut diharapkan dapat mengikis etnosentrisme yang sempit dan meningkatkan pemahaman bahwa budaya yang ditimbuh kembangkan masing-masing etnik merupakan jatidiri etnik yang bersangkutan.

Jumat, 25 Desember 2009

Permainan Masa Kecil


Permainan Anak Jaman Dulu....

Banyak cerita sewaktu aku kecil di sebuah perkampungan kecil tepatnya di Bulupayung kelurahan Mangunharjo Kecamatan Adimulnyo kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Di sana aku dilahirkan di besarkan dan di didik menjadi manusia yang tahan banting dalam menghadapi masalah, seperti anak-anak kampung sudah menjadi tradisi bila dalam keseharianya di habiskan untuk bermain, bekerja membantu Orang tua dan sekolah sebagai hal yang di haruskan pada waktu itu.

Sebagai anak kampung keseharianya di penuhi dengan alam yang masih asri jauh dari suara mesin, kecuali mesin Traktor pembajak sawah bila musim tanam. Banyak yang bisa kita ambil manfaat dari masa kecil di kampung seperti bentuk permainan yang sangat amat tradisional jauh dari produk toko. Kayanya sangat menikmati setiap musim permainan berganti dengan jenis lain dan itu sangat membahagiakan.

Kita sadar jaman telah berubah tanpa bisa kita mencegahnya, tak terkecuali bentuk permainan semasa kecil dulu di kampung. Bentuk permainan sedikit banyak akan mempengaruhi pola pikir anak, bukan berarti bentuk permainan yang sekarang ada semuanya jelek, pertanyanya adalah : apakah di era modern sekarang..Anak2 sudah tidak layak lagi tuk menikmati permainan2 yang kita rasain dulu ? gundu.karet.petak umpet, cabor, gambaran,,,,dll yang menurut saya sangat membahagikan...Anak2 sekarang cenderung mengalami DEWASA DINI...hingga banyak yang salah arah,info dan psikolog...apakah masa2 kecil mereka harus di isi dengan hal2 yang serius..

Sekedar mengingat masa kecil beberapa bentuk permainan yang merupakan macam-macam permainan anak jaman dulu (termasuk saya yang syukurlah pernah mengalami masa-masa bahagia itu). Permainan anak jaman dulu itu bisa dibilang kreatif. Bagaimana tidak, dengan alat seadanya malah ada yang tidak menggunakan alat sama sekali tapi rasa ‘excited’ itu tidak bisa digantikan oleh permainan virtual seperti yang ada sekarang, seperti Play Station / game dan sebagainya. Ini dia bentuk permainan waktu aku kecil:

Bekel: permainan menggunakan bola karet kecil dan lima buah ‘bekel’ . Ada lima tahap dilalui yaitu, tahap pertama sambil duduk , bola dilemparkan kira-kira setinggi kepala, selama bola di udara bekel diambil satu-satu, lalu diambil dua-dua, sampai lima limanya diambil. Tahap kedua: ‘pit’, Ketiga: ‘ro’, Keempat ‘klat’, kelima ’s’. Maksud saya disini, bekel harus diubah menurut posisi menurut urutan. Tahap keenam , Naspel. Waktu ‘naspel’, bekel diubah posisi seperti tadi hanya saja pemain tidak boleh terlihat gigi. Bila gagal, ganti pemain lain.

Engklek : Atau sebutan akrab di kampungku Sulamanda, merupakan permainan menggunakan ‘gaco’ dan ‘gambar engkle’ pada jalan atau tanah. “gaco’ bisa berupa batu, karet atau apa pun. “gambar engkle’k pada jalan biasanya digambar menggunakan batu bata atau kapur. Cara mainnya : pemain pertama melemparkan ‘gaco’ pada ‘gambar engkle’. lalu melompat dengan satu kaki mengikuti gambar itu sambil mengambil ‘gaco’ dan kembali ke awal / start.

Petak Umpet. Permainan dimana seorang anak pada suatu ‘markas’ menutup mata sambil menghitung angka misal dari satu sampai tiga puluh. Anak-anak lain bersembunyi. Anak yang kebagian menghitung tadi setelah selesai menghitung bertugas mencari anak lain. Bila anak lain ketahuan , anak penghitung tadi harus berlomba dengan anak yang ketahuan untuk memegang ‘markas’ sambil mengatakan ‘SKIT’. Bila anak penghtitung tadi terlambat, maka dia harus menjadi anak penghitung lagi, sebaliknya anak ketahuan harus jadi anak penghitung.

Dos-Dosan : Permainan dimana ada sekelompok anak terbagi menjadi dua kelompok biasanya di tempat yang luas, untuk mengawalinya kelompok pertama maju sebagai umpan kemudian di kejar oleh kelompak lawan apabila terpegang akan menjadi tawanan salah satu kelompaknya dan seterusnya, dan temennya akan berusaha membebaskan dengan cara memegang ujung tangan atau anggota badan yang lain. di nyatakan kalah bila salah satu kelompok bisa menerobos markas kelompok lain dengan berteriak "dos".

Loncatan : Permainan menggunakan tali karet. Dimana peloncat tidak boleh kena karet. Cara meloncat bisa menggunakan gaya ‘wedo’an’ atau ‘lanangan’. Buat yang belum bisa loncat, biasanya anak kecil , dijadikan ‘pupuk bawang’. Dia boleh loncat mengenai karet. Atau ada istilah ‘ranjuk’ , buat mereka yang tidak bisa loncat . Tahapannya, pertama tali digoyang-goyang di atas mengenai tanah, lalu tali dinaikkan setinggi lutut / dengkul, lalu setinggi pinggang atau ‘ugil-ugil’, lalu setinggi dada, setinggi telinga/ kuping, setinggi kepala , diteruskan setinggi tangan yang dikepalkan ke atas / merdeka, terakhir istilahnya ‘ merdeka tim’ yaitu seperti merdeka ditambah ujung telunjuk mengarah ke atas.

Masih banyak bentuk permainan yang mengasikan di kampungku seperti : Tetek lele, Enggrang Panggalan, Dakon dsb. Selain permainan tersebut masih ada bentuk permainan yang sedikit lucu yaitu yang menyerupai mobil-mobilan : Dorong cumplung adalah bentuk permainan buah kelapa muda yang terjatuh dari pohon "cenkir" dengan ujungnya di masukan kayu kecil kemudian dorong deh.. Atau mainan menyerupai delman yang terbentuk dari kulit Kelapa atau jeruk bali dengan di kasih roda kiri kanan, dan ada lagi bentuk mobil-mobilan dengan menggunakan bambu dengan roda terbuat dari alas kaki/sandal bekas.

Dan permainan ini akan berganti terus menerus tanpa henti tentunya dengan bentuk yang berbeda. Rasa-rasanya, kalau permainan- permainan tersebut saat ini kembali hadir ditengah-tengah kita, bisa membuat dunia ini kembali penuh dengan tawa gembira, asik bener masa kecilku...

Atau yang tidak kalah menariknya keika aku kecil ada permainan yang sedikit menyerupai kegiatan seperti adu Jangkrik, lomba burung Merpati, berburu Kelelawar dengan ketapel. Yang paling heboh berburu Tupai (Bajing bahasa di kampungku) karena melibatkan orang banyak, dengan cara mencari tupai kemudian ditangkap dengan memanjat pohon tentu saja Tupai tidak diam saja akan lari ke pohon lain dan itupun tetap di kejar dengan di panjat pohonnya sampai tupai tersebut kelelahan. Bila Tupai tersebut tertangkap sebagai imbalanya maka kita akan memetik 2 buah kelapa di wilayah Tupai itu tertangkap. Biasanya hasil buah kelapa akan di gunakan untuk membeli bola kaki atau bola volly.....

Itulah masa kecilku waktu di kampung yang tidak bisa di jumpai di jaman sekarang. Tentunya anda punya bentuk permainan yang lebih heboh...!!!!! bentuk apa yang masih anda ingat ..???

Jumat, 11 Desember 2009

Bulupayung - Kebumen ....



“BULUPAYUNG“ kata yang aneh bagi orang yang pertama mendengarnya, dan banyak nama Bulupayung di berbagai daerah di Indonesia, tapi Bulupayung yang ini adalah Bulupayung nama sebuah desa kecil di sebelah baratdaya kota Kebumen Jawa Tengah tepatnya masuk wilayah Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Adimulyo. Desa yang berpanorama indah di apit oleh pegunungan.. Sebelah utara nampak indah berjejer bukit membentuk gugusan pegunungan serayu, di sebelah barat pegunungan kapur. Melengkapi keindahan Bulupayung, bila fajar datang matahari muncul di ikuti gunung merapi dan merbabu dari gugusan pegunungan menoreh di sebelah timur, tidak mau ketinggalan kemegahan Gunung Slamet nampak di sisi barat.

Kondisi dan suasana desa ini lajimnya desa-desa di Indonesia, jalan masih tanah dengan di lapisi pasir atau kerikil kecil untuk menahan becek ketika musim hujan, dengan di hiasi tumbuhan hijau sebagai pagar hidup. Tapi ada yang istimewa di desa ini yaitu adanya jalan yang cukup baik beraspal yang menghubungkan dengan wilayah lain terutama jalan menuju kota Karanganyar yang merupakan jalur jalan lintas selatan pulo jawa. Jalan tersebut di bangun oleh salah satu penduduk asli Bulupayung yang sukses di perantauan.

sebagian penduduk desa lain beranggapan warga Bulupayung mempunyai tradis kesuksesan hidup di peratauan. dan masih menurut crita penduduk desa sekitar bahwa Bulupayung merupakan desa yang sedikit angker / keramat, dengan di tandainya bangunan makam kuno di sisi utara desa mulai dari timur, tengah hingga ke barat desa, itu terbukti setiap orang di luar desa bulupayung yang melintas akan mendapat sedikit gangguan. Itu hanya cerita boleh percaya boleh tidak yang penting jangan menimbulkan Syirik….

Penduduk desa Bulupayung yang mayoritas bertani dengan komoditas utamanya Padi dengan di bantu aliran dari irigasi Sempor dan Wadaslintang, cukup membuat penduduk untuk hidup nyaman. Bukan berarti yang bekerja di pemerintahan tidak ada, kaloupun ada kebanyakan sebagai pengajar / Guru itupun sangat sedikit dan yang lainya terbagi merata sebagai pegawa kantoran, dan itupun sudah paripurna / pensiunan.

Para pemuda desa Bulupayung sebagaimana umumnya daerah lain selepas sekolah biasanya akan merantau ke daerah lain (perkotaan) ada yang melanjutkan sekolah atau dengan tujuan mencari pekerjaan. Maka tidak heran desa ini jarang sekali di jumpai pemuda usia produktif. Desa ini akan sedikit marak apabila datang Hari Raya Lebaran seperti di daerah lain Desa Bulupayung juga mempunyai tradisi yang sama. Yaitu tradisi mudik/pulang kampung bagi yang merantau ke daerah lain. Maka akan terasa banget nuansa keakraban antar warga yang begita lama tidak berjumpa. Maka di bentuklah suatu perkumpulan "Paguyuban Bulupayung & Duduhan" (silahkan baca blognya).

Itulah sedikit gambaran tentang desaku yang ku cintai tempat aku di lahirkan dan masa kecilku yang penuh kisah....

Asal Mula Nama Desa Bulupayung
Paguyuban Bulupayung & Duduhan
Makam P. Trenggono dan Nyai Maduretno di Desa Bulupayung